Tuhan tidak menurunkan takdir begitu saja. Tuhan memberikan takdir sesuai dengan apa yang kita lakukan. Jika kita maju dan berusaha, Tuhan akan memberikan takdir kesuksesan. Jika kita lengah dan malas, maka Tuhan akan memberikan takdir kegagalan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan

Jumat, 25 Maret 2016

9/11 Truth : What Happened to Building 7

Sudah di bahas Sebelumnya kalau tragedi WTC adalah rekayasa atau hanya konspirasi AS untuk mempunyai alasan untuk bisa menyerang Afganisthan dan Irak. Seperti kita tahu sendiri ambisi AS adalah ingin menguasai minyak dunia. ( Bagi yang belum baca bisa di di lihat disini ). Tapi dari komentar yang masuk masih ada yang meragukan foto2 kejanggalan tragedi WTC. Karena itu saya akan tampilkan kejanggalan tragedi WTC lewat video.  

Sebelumnya keraskan dulu volume di komputer anda dan mari kita lihat dengan seksama video saat terjadinya ledakan pada gedung WTC.      

Sebenarnya tragedi WTC bisa di tebak kebohonganya hanya dengan melihat kamera pengawas di seberang gedung WTC yaitu  Kamera pengawas di sebuah pos bensin di seberang I-135, kamera pengawas di atap Hilton International Hotel dan sebuah kamera pengawas di Departemen Transportasi Virginia Department seharusnya juga merekam adegan penabrakan bangunan pemerintah di Interstate 135 itu. Namun sayangnya tak lama setelah kejadian, para agen federal keburu muncul untuk mengambil rekaman dari ketiga kamera pengawas itu. Hingga kini isi ketiga rekaman video itu tak pernah muncul ke masyarakat.  

Kejadian sebenarnya adalah bom sudah di pasang di dalam gedung WTC dan pesawat teroris yang menabrak hanyalah hasil editan.   

Lihat baik-baik video ini.. Pesawat bisa masuk menembus kedalam gedung seperti hantu dan meledak setelah ada di dalam gedung. apa tidak aneh ???  

Berikut ini video liputan dan  teori kejanggalan tragedi WTC oleh media setempat.  lihatlah gambar gedung sebelum video tayang di bawah ini.   

Pesawat menabrak pada menara kembar. Gedung sekitar menara kembar ikut meledak itu masih di anggap wajar karena kena reruntuhan gedung. Tapi lihat Gedung WTC 7 yang berwarna ungu. Gedung itu tidak kena tabrakan pesawat dan tidak terkena runtuhan gedung tapi kok bisa sampai meledak. apa gak aneh tuh ?


Sumber : http://beritahebohterkini.blogspot.co.id/2011/04/video-pebuktian-kalau-tragedi-wtc.html

Foto - Foto Yang Menjadi Bukti kuat Kalau Tragedi WTC 9/11 Adalah Sebuah Konspirasi AS

Setelah postingan dulu yang menampilkan pendapat para pakar tentang kebohongan tragedi WTC ( baca disini ). kali ini saya akan bahas tentang kejanggalan-kejanggalan pada pengambilan gambar sewaktu terjadinya pemboman WTC. 

Ada rekaman video yang sangat kontroversial yang didapat dari empat sumber berbeda. “America Remembers” (CNN), “Why The Towers Fell” (BBC), “Son of Al Qaeda” (PBS) dan “The Filmmakers Commemorative Edition” (Gedeon and Jules Naudet). Rekaman ini juga diperkuat oleh rekaman independen, yaitu rekaman yang dibuat para warga New York. 

Dalam rekaman yang ditayangkan CNN terlihat bahwa Pesawat Boeing 767 itu masuk dari sisi kiri dan menerjang sudut menara selatan dengan kecepatan penuh. Gambar ini sempat tampil di lusinan majalah nasional yang beredar di seluruh negara dan juga menjadi ‘dokumen wajib’ yang menghiasi film-film tentang tragedi 9/11.  

Sebenarnya tragedi WTC cepat bisa di tebak kebohonganya hanya dengan melihat kamera pengawas di seberang gedung.  Kamera pengawas di sebuah pos bensin di seberang I-135, kamera pengawas di atap Hilton International Hotel dan sebuah kamera pengawas di Departemen Transportasi Virginia Department seharusnya juga merekam adegan penabrakan bangunan pemerintah di Interstate 135 itu. Namun sayangnya tak lama setelah kejadian, para agen federal keburu muncul untuk mengambil rekaman dari ketiga kamera pengawas itu. Hingga kini isi ketiga rekaman video itu tak pernah muncul ke masyarakat.  

Berikut kejaggalan-kejanggalan yang terjadi seputar WTC



1. Angin  
Menurut statistik cuaca di Amerika bahwa Amerika selalu berada pada kondisi angin sekitar 4 mph. Dengan kata lain bahwa pada saat kejadian keadaan Amerika memang hampir tidak berangin. Namun dari foto-foto yang beredar menunjukkan bahwa tiba-tiba ada angin kencang sedang terjadi.    



2. Ada Wanita Super 
Dalam Foto Adakah wanita yang mampu bangkit dan berjalan setelah lokasi dimana dia berdiri baru saja hangus ditabrak pesawat?   


3. Bush Saja Hanya Santai  
Pukul 8.45 WTC diserang. Sedangkan Bush sedang asik memberikan dongeng seekor kambing kepada anak TK hingga pukul 9.05 bahkan menyempatkan diri untuk foto bareng dengan para murid dan guru dulu. Apa mungkin seorang presiden AS tidak panik dan batalkan seluruh acaranya begitu mendengar negaranya di serang teroris.   


4. Menara bisa hilang.. 
Seharusnya yang namanya menara kembar WTC tidak bisa dipisahkan. Tetapi dalam foto dibawah ini, kembarannya hilang. Mungkin karena salah angle atau apa, tapi yang jelas tidak ada berita yang mengatakan David Copperfield pada saat yang bersamaan sedang melakukan aksi menghilangkan gedung. xixixi...   


5. Kamera yang Bisa Meramal  
Gambar dibawah memperlihatkan kamera yang sedang mengawasi menara utara.   


Tiba-tiba langsung zoom out seolah akan ada pesawat yang datang, dan benar saja sebuah United Airlanes penerbangan 175 datang dari arah belakang kamera langsung menuju menara selatan.  
  

Yang anehnya lagi, logo CNN seolah sedang menutupi sesuatu dari ledakan itu. Perhatikan logo CNN ditempatkan di titik yang akan ditabrak pesawat. Sepertinya kamera sudah tahu lebih dulu target pesawat dan sedang meng-sniper target yang akan ditabrak pesawat. Untuk ukuran sebuah stasiun TV seperti CNN ini merupakan keteledoran yang ganjil.    


6. Terdapat Burung Berkecepatan Tinggi  
Perhatikan gambar yang dilingkari dibawah ini !    


Perhatikan ledakan yang terjadi di gedung sebelah kiri, dan bedakan posisi burung dalam sepersekian detik ledakan.    


Mungkinkah burung tersebut bisa bersaing dengan jet X-43A milik NASA. ana-ana wae ?  

7. Tidak Ada Bangkai Pesawat  
Di Indonesia memang banyak terjadi kecelakaan pesawat, mulai dari yang jatuh di air, menabrak gunung, hingga kecelakaan akibat gagal landing atau take off tapi dari semua kecelakaan, pesawat yang menabrak gunung sekalipun (bukan gedung), pasti memiliki bangkai. Anehnya di TKP tragedi WTC, tidak ada bangkai pesawat. Pesawat seperti meledak berkeping-keping. Menurut konfirmasi dari pemerintah Amerika, itu terjadi karena panas akibat ledakan telah melelehkan bangkai pesawat. Anehnya, jika baja dan titanium yang merupakan badan pesawat saja hangus, mengapa para pembajak pesawat masih utuh untuk diketahui pelakunya. ??? sungguh suatu kebohongan yang ganjil...   


8. Orang-orang Sekitar tidak Mendengar Apapun Sebelum Ledakan  
Perhatikan reaksi orang dibawah ini. Dia seperti tidak mendengar apapun sebelum ledakan pesawat yang telah menabrak gedung terjadi. Perhatikan reaksinya. Dia baru melihat ke atas setelah pesawat meledak. Normalnya, kita saja sudah bisa mendengar pesawat yang terbang tinggi, tapi beda dengan yang ini. Pesawat sudah terbang sangat rendah saja tidak menarik perhatiannya.     




9. Pesawat Yang Meledak Setelah Menabrak  
Menurut video yang dilansir ABC News, pesawat ternyata mampu menembus gedung terlebih dahulu sebelum meledak. Perhatikan gambar dibawah ini     



10. Tidak Ada Saksi Mata Pesawat 
Ketika seluruh dunia sedang gempar dengan gedung WTC yang diserang pesawat, ternyata masyarakat yang tinggal di sekitar NYC mengaku tidak melihat apa-apa mengenai pesawat  

11. Bukti Bahwa Ada Rudal Yang Menyerang Gedung  
Ini adalah deretan foto yang membuktikkan bahwa memang ada rudal yang menyerang gedung. Ini adalah hasil zoom in 3x.    



12. Rumput Yang Bersih  
Mobil yang direm mendadak saja akan menimbulkan jiplakan ban, tapi tidak dengan keadaan rumput di pekarangan Pentagon, lihat betapa mulusnya keadaan rumput sekitar. Padahal baru ada pesawat yang jatuh di sana    


13. Point of Impact  
Perhatikan efek tabrakan pesawat. Pesawat hanya menabrak bagian depan gedung, tapi ternyata terbentuk lubang di bagian belakang gedung.       



14. Baja yang Meleleh  
Ditemukan baja yang meleleh dengan tingkat kepasanan 500 derajat fahrenheit. Pesawat yang meledak tidak akan punya suhu sepanas ini. Dan uniknya panas itu tetap ada berminggu setelah ledakan.  Ini menandakan jika bagian dari gedung itu sengaja di hancurkan (di buktikan oleh lelehan benda tersebut) untuk menjatuhkannya secara lurus kebawah seperti yang banyak terlihat di TV.    


15. Potongan yang Teratur  
Berikut ini adalah gambar beam-nya WTC setelah ambruk. Dan gambar ini membuktikan jika ini semua hanya rekayasa mana ada bangunan yang roboh (kecuali rekayasa) yang potongan beamnya serapih ini.    


16. Karyawan Kompak Absen  
Alasan Yang menguatkan lagi adalah lebih dari 4,000 pegawai keturunan Yahudi absen tidak masuk kerja pada hari yang naas tersebut.  

Apakah masih mungkin kalau tragedi WTC bukan sebuah konspirasi untuk di halalkannya penyerangan ke irak dan afganistan ?  

Masih kurang yakin ? silahkan lihat video siaran langusng penabrakan gedung menara kembar yg sangat aneh kalo kita lihat dengan jarak lambat di sini.

Sumber : http://beritahebohterkini.blogspot.co.id/2011/03/foto-foto-yang-menjadi-bukti-kuat-kalau.html

Sabtu, 02 Januari 2016

5 Ramalan Nostradamus Untuk Tahun 2015

Evogood.com - Nostradamus adalah pengarang ramalan ternama di dunia yang lahir pada tanggal 14 Desember 1503 dan meninggal pada tanggal 2 Juli 1566. Nostradamus terkenal dengan hasil karyanya berjudul Les Propheties yang terbit untuk pertama kalinya pada tahun 1555. Dia sama sekali tidak mengalami era komputer terutama internet. Secara logika, sulit untuk mempredeksi apa yang akan terjadi di dunia ini selama ratusan tahun setelah ia tiada.     

Ramalam Nostradamus ini tidaklah untuk dipercaya. Meskipun berdasarkan ramalan yang ada, hampir semua mendekati akurasi yang tepat. Berikut 5 Ramalan Nostradamus Untuk Tahun 2015.  

Hiangnya Perbedaan Bahasa    
Ketika dia masih hidup, pastinya belum mengenal kecanggihan teknologi seperti komputer yang ada pada zaman sekarang ini. Tapi itu tidak menutup kemungkinan untuk meramalkan bahwa kelak akan ada suatu mesin yang dapat membuat perbedaan bahasa antar bangsa bukan lagi suatu masalah. Dia tidak menyebutkan secara detail bagaiman cara kerja mesin tersebut dan detailnya seperti apa.   

Sebelum tahun 2015 pun mesin penerjemah seperti yang di ramalkan Nostradamus telah ada. Aplikasi-aplikasi translator atau penerjemah yang secara real time menerjemahkan ucapan dari suatu bahasa kebahasa lain sudah menjadi barang yang aneh lagi.   

Ekonomi Dunia Akan Runtuh     
Nostradamus pernah menuliskan "Sang kata akan mati berkali-kali". Tentu kalimat itu akan membingungkan apabila diartikan secara harfiah. Para ahli sejarah menerjemahkan kalimat itu sebagai ramalan tentang jatuhnya kalangan yang menguasai perekonomian dunia.  

Sejak tahun 2009, keadaan ekonomia dunia terus-menerus mengalami penurunan. Terutama sejak Amerika Serikat mengalami krisis finansial yang telah mempengaruhi kondisi ekonomi di berbagai negara. Lalu bagaimana dengan tahun 2015 ini ?  

Ledakan Besar Vesuvius
Vesusvius adalah nama dari gunung berapi yang berada di Italia yang pernah meletus dengan sangat hebat pada tahun 79 dan tahun 1631 sebelum masehi. Nama Vesuvius itu sendiri diambil karena pada ltusan hebat itu berdampak sebagian dunia menjadi gelap gulita walau terjadi pada siang hari. Letusan luar biasa hebat itu telah menewaskan antara 6.000 sampai 16.000 korban jiwa.  

Sejak tahun 1944, gunung berapi ini belum meletus hingga sampai pada saat ini. Berdasarkan ramalan Nostradamus, antara akhir tahun 2015 dan awal tahun 2016 gunung berapi ini akan meletus. entah benar atau tudaknya ramakan ini, itu hanyalah sebuah ramalan yang tidak wajib untuk kita percayai.  

Manusia Dengan usia 200 Tahun
Pada masanya ramalan Nostradamus pasti terdengar sangat aneh dan tidak masuk akal. Dia juga pernah mengungkapkan bahwa manusa dapat berusia 200 tahun dan seseorang yang berusia 80 tahun pun dapat nampak leih muda 30 tahun. Dengan kemajuan di bidang medis, agaknya semua ramalan Nostradamus dalam hal ini bukanlah hal yang mustahil.  

Teknologi sel kloning memungkinkan organ tubuh manusia dapat diperbaharui dalam waktu yang sangat singkat. Ini berarti akan banyak penyakit yang dapat disembuhkan dengan teknologi ini.  

Radiasi yang dapat merusak dunia   
  
Dalam salah satu tulisanya Nostradamus pernah bepesan "Raja-raja merampok hutan. Langit akan terbuka. Lahan akan terbakar panas". Banyak yang mempercayai bahwa itu merupakan ramalan tentang rusaknya hutan hujan yang dapat menyebabkan lubang pada lapisan ozon.   

Lubang pada lapisan ozon tersebut mengakibatkan bumi akan terkena sinar ultraviolet secara langsung yang berujung pada Radiasi.   


Apabila artikel ini menarik menurut kamu, share dan bagikan lewat media sosial kamu agar teman-teman kamu juga mengetahuinya.

Pria Ini Menemukan Sesuatu Yang Mengejutkan Di Sawahnya


TRIBUNSUMSEL.COM- Seorang warga di Carlos Spegazzini, sekitar 40 km selatan Buenos Aires, Argentina menemukan sebuah fosil prasejarah yang kemungkinan merupakan glyptodon. 

Dilansir The Star,Rabu (30/12/2015). Pria bernama Jose Antonio Nievas terkejut saat menemukan sebuah objek hitam besar yang ditemukannya tak jauh di areal persawahaan miliknya. 

Awalnya, Antonio menduga kalau objek tersebut adalah telur dinosaurus yang terpendam di dalam lumpur. "Suamiku keluar dari mobil dan ketika dia kembali, dia mengatakan kalau dia baru saja melihat sebuah objek yang mengejutkan yang diduga telur dinosaurus,"kata Reina Coronel istri dari Antonio. 

Reina dan sejumlah anggota keluarga yang mendengar pengakuan Antonio awalnya hanya tertawa dan menanggap Antonio hanya membuat lelucon di hari natal. Reina dan anggota keluarga langsung diajak Antonio ke lokasi dan mereka akhirnya percaya dan terkejut melihat objek tersebut. Lalu mendekati objek tersebut dan menggali objek yang terkubur dalam tanah. 

Penemuan Antonio tersebut menarik perhatian program tv lokal Todo Noticias yang kemudian meliput temuan Antonio. 

Akibatnya, berita temuan tersebut juga dilihat sejumlah ahli dan menyebut kalau objek tersebut adalah cangkang glyptodont. Menurut para ahli, glyptodon adalah nenek moyang armadillo modern yang hidup pada periode Pleistosen (sekitar 18 juta tahun yang lalu). 

Hewan itu memiliki cangkang yang sangat kuat dan beratnya sampai satu ton. "Hewan tersebut pernah hidup beratus-ratus tahun yang lalu dan sangat mengejutkan fosil tersebut ada di daerah sini,"ungkap seorang paleontologist dari Natural Science Muceum of the Bernadino Rivadavia, Alejandro Kramarz.


Apabila artikel ini menarik menurut kamu, bagikan lewat media sosial kamu agar teman-teman kamu juga mengetahuinya.

Selasa, 29 Desember 2015

350 Tahun Cuman Omong Kosong !!

Berhentilah berkata bangsa ini pernah dijajah Belanda selama ratusan tahun !!  


BEBERAPA waktu lalu, saya mengikuti sholat jumat di sebuah masjid dekat Kampus UI. Dalam khotbahnya, beberapa kali sang khatib menyebut bahwa salah satu penyebab umat Islam Indonesia terpuruk adalah karena kita masih belum bisa keluar dari bayang-bayang penjajah yang sudah menguasai bangsa ini selama 350 tahun. Disebut angka itu, tiba-tiba ingatan saya berkunjung ke tahun 1985. Saat itu, saya duduk di kelas 3 Sekolah Dasar, ketika mata pelajaran Pendidikan Sejarah Perjuangan Bangsa (PSPB) pertama kali diluncurkan oleh Pemerintah Orde Baru. Di era itulah saya sering sekali mendengar ungkapan para guru bahwa penjajahan di Indonesia berlangsung selama 350 tahun. Hah 350 tahun? Pikir saya. Alangkah lamanya.  

Namun tak ada yang protes dengan angka tersebut. Semua orang (termasuk saya) seolah sudah sepakat bahwa Indonesia memang dijajah dalam kurun waktu sebanyak itu. Hingga pada 1991, saat duduk di bangku kelas 1 SMA, saya membaca perdebatan antara Soe Hok Gie dengan salah seorang dosen sejarahnya.  


Soe sangat tidak terima Indonesia dijajah oleh Belanda selama 350 tahun. Mengutip pendapat Profesor G.J. Resink (akademisi UI yang berkebangsaan Belanda), aktivis dan mahasiswa sejarah itu menyebut angka tersebut hanya “dramatisasi politik” Soekarno untuk membakar rakyat Indonesia punya jiwa.  “Dalam kenyataannya, Belanda tak pernah bisa menguasai 100% wilayah Nusantara sampai akhir kekuasaannya,”kata Soe sambil menyebut beberapa pemberontakan rakyat Aceh yang masih berlangsung hingga 1942.  


Rahmat Safari, salah seorang teman saya yang sangat menggilai sejarah, bahkan berani menyebut penjajahan Belanda atas Indonesia hanya 4 tahun (1945-1949). Apa sebab? “Sebelum 1945, secara de facto dan de jure, memang Republik Indonesia sudah ada?”katanya malah balik bertanya kepada saya.  

Logika historis Rahmat saya pikir-pikir memang ada benarnya juga. Nama Indonesia sendiri baru disebut-sebut di kalangan ilmuwan ketika pada 1850, seorang etnolog berkebangsaan Inggris bernama James Richardson Logan menulis Ethnology of the India Archipelago (dimuat dalam The Journal of Indian Archipelago and East Asian Edisi IV. Dalam waktu yang hampir bersamaan, Adolf Bastian, seorang etnolog Jerman (1826-1905) lantas menulis sebuah buku berjudul Indonesien oder die Inseln des Malayischen Archipel(Indonesia atau Pulau-pulau di Kepulauan Melayu).  

Sebelum 1945, wilayah Indonesia memang dikenal sebagai Hindia Belanda.Artinya India punya Belanda.Itu untuk membedakan dengan Hindia Barat atau India yang punya Inggris. Dua nama itu murni hasil kesepakatan antara bangsa penjajah semata. Dan jauh sebelum ada nama Hindia Belanda,kawasan kita lebih dikenal sebagai Nusantara (artinya diantara pulau-pulau). 

Isinya terdiri dari berbagai bangsa dan kerajaan seperti Sunda, Bali, Gowa, Pajajaran, Melayu, Andalas, Pagaruyung, Mataram, Banten dan lain sebagainya.  

Kembali ke soal angka 350. Rupanya, angka tersebut hulu-hulunya keluar dari mulut salah seorang Gubernur Hindia  Belanda. Namanya Bonifacius Cornelis de Jonge (1931-1936). Ceritanya, pada sekitar pertengahan tahun 1930-an, ia memberikan keterangan ke pers bahwa sebuah Hindia Belanda yang merdeka masih jauh dari kenyataan: “Kami sudah ada di sini sejak hampir 350 tahun yang lalu, dan kami akan tetap di sini sampai 300 tahun kemudian,”ujarnya.  

Benarkah apa yang dikatakan De Jonge? Kalaupun itu dihitung sejak kedatangan pertama kali armada Belanda pimpinan Cornelis de Houtman pada 22 Juli 1596 atau Jacob van Neck, van Heemskerck, dan van Waerwijck pada 1 Mei 1598, saya pikir ia  tidak salah. Tapi bukankah saat pertama kali mereka datang ke Pelabuhan Banten tujuannya hanya berbisnis semata,bukan melakukan penjajahan? Alih-alih menjajah, mereka bahkan terikat kesepakatan dengan Kerajaan Banten dan justru mempersembahkan upeti kepada Sultan Banten.  Harus diingat pula, setelah berdirinya Maskapai Perdagangan Hindia Timur (VOC) pada 1602 tak serta merta urusan “penguasaan” ekonomi dan politik Belanda atas kawasan Nusantara berlangsung mulus. Berbagai perlawanan terjadi ketika Belanda berniat menganeksasi wilayah kerajaan-kerajaan yang ada saat itu.  


Muncullah berbagai perang yang terjadi di berbagai di kawasan Nusantara. Di Jawa Barat muncul seorang  Haji Prawatasari yang memimpin secara sporadis perlawanan terhadap VOC (1703-1707), di Sumatera Barat meletus Perang Padri (1821-1837), di Jawa Tengah dan Yogyakarta terjadi Perang Diponegoro (1825-1830), Perang Aceh I (1873-1907), Perang di Jambi (1833-1907), Perang di Lampung (1834-1856), Perang di Lombok (1843-1894), Perang Puputan di Bali (1846-1908), Perang di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (1852-1908), Perlawanan di Sumatra Utara (1872-1904), Perang di Tanah Batak (1878-1907), dan Perang Aceh II (1912-1942).  

Praktis hingga 1942, Belanda tidak bisa sepenuhnya menguasai wilayah Nusantara. Di beberapa kawasan seperti Banten, Aceh dan sebagian wilayah Sumatera lainnya, bahkan secara de facto Belanda hanya menguasai kawasan kota semata. Sedangkan kawasan pelosok dan pedalaman, tetap dikendalikan oleh para pejuang lokal. Pendapat tersebut diperkuat oleh sejarawan dari Universitas Padjajaran, Nina Lubis, Menurut Nina, hingga akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20, beberapa kerajaan di Bali, dan beberapa kerajaan di Nusa Tenggara Timur, masih mengadakan perjanjian sebagai negara bebas (secara hukum internasional) dengan Belanda.  

Jadi masihkan kita  menyebut dengan “takjub” di mimbar-mimbar dan kelas-kelas bahwa kita telah dijajah Belanda selama 350 tahun? Kalau saya sih ogah.   

sumber: arsipindonesia.com


Apabila artikel ini menarik menurut kamu, share dan bagikan lewat media sosial kamu agar teman-teman kamu juga mengetahuinya.

Sambil membaca artikel, ayo daftar menjadi buzzer media sosial untuk menambah uang saku tambahan Anda.
Di sini ada cara mendapatkan uang saku tambahan setiap bulannya, Daftar Sekarang!

Rabu, 09 Desember 2015

6 Bencana Alam Teraneh Sepanjang Sejarah

Liputan6.com, Jakarta - Musibah seperti bencana tak bisa diprediksi kedatangannya. Tiba-tiba terjadi dan tak jarang memakan korban dalam jumlah banyak.

Tak hanya gempa, badai topan atau bencana skala besar lainnya, Bumi juga sempat dihantam meteor jatuh. Letusan gunung berapi yang mengubah iklim dunia hingga ledakan misterius di Siberia juga salah satunya.

Bencana alam juga terkadang menimbulkan dampak aneh pada Bumi. Seperti 'hilangnya' matahari hingga munculnya selubung debu.

Berikut 6 peristiwa bencana teraneh dalam sejarah yang dikutip dari History Channel, Senin (7/12/2015):

1. Tahun tanpa Musim Panas  

Hasil gambar untuk gunung tambora meletus
Pada April 1815, Gunung Tambora di Indonesia meletus. Peristiwa itu disebut-sebut sebagai salah satu peristiwa letusan gunung berapi paling dahsyat dalam sejarah.

Letusannya menewaskan puluhan ribu orang di Asia Tenggara dan memuntahkan awan debu raksasa ke stratosfer.  Seiring menyebarnya awan tersebut ke seluruh penjuru dunia, sinar matahari menjadi terhalang. Akibatnya suhu udara turun sekitar 3 derajat dan terjadilah distorsi cuaca dalam skala dahsyat pada tahun berikutnya.

Di India, kekeringan dan banjir akibat efek letusan Tambora mengubah ekologi Teluk Benggala dan memicu munculnya tipe kolera baru yang membunuh jutaan orang. Di Eropa, hujan dan musim dingin berkepanjangan menyebabkan terjadinya kelaparan dan kerusuhan sipil yang meluas.

Di Amerika Serikat, salju turun dengan lebatnya di beberapa negara bagian di bulan Juni, menggugurkan tanaman pangan dan memicu kemunduran ekonomi.
New Englander menjuluki tahun 1816 sebagai Eighteen-hundred-and-froze-to-death, namun kemudian lebih dikenal sebagai Tahun tanpa Musim Panas.

Gangguan cuaca itu menghasilkan efek samping yang lumayan unik. Penemuan sepeda oleh penemu Jerman Karl Drais dihubung-hubungkan dengan tingginya harga pakan kuda di Eropa akibat kejadian tersebut.

Di Swiss, hujan berkepanjangan pada tahun 1816 memaksa penulis Mary Shelley melewatkan musim panasnya di dalam rumah saja. Dia lalu menyibukkan diri dengan menulis novel horor paling terkenal 'Frankenstein.'  

2. The Carrington Effect tahun 1859  
Hasil gambar untuk carrington effect
Badai matahari (solar flare) terjadi saat energi magnetis yang terpendam di permukaan matahari dilepaskan melalui ledakan radiasi dan partikel bermuatan. Kekuatan ledakan yang dihasilkan setara dengan ledakan jutaan bom hidrogen, dan angin matahari yang dihasilkannya bisa menebar petaka pada atmosfer bumi.

Persis seperti itulah yang terjadi di akhir Agustus dan awal September 1859, saat bumi dibombardir oleh badai matahari paling besar dalam sejarah.  Peristiwa yang disebut 'Carrington Event' -- dinamai berdasarkan nama astronom Inggris Richard Carrington-- ini membuat langit berkilau dengan aurora berwarna-warni yang bersinar hingga ke selatan Hawaii.

Di Colorado, malam begitu terang sehingga seorang saksi mata melaporkan kalau orang bisa dengan mudahnya membaca di malam hari.  Pemandangannya mungkin memang indah, tapi gangguan geomagnetik yang diakibatkannya melumpuhkan sistem telegraf di seluruh dunia. Percikan api keluar dari beberapa mesin telegraf, menyebabkan terjadinya kebakaran dan menyetrum operator mesinnya. Atmosfer begitu bermuatan listriknya sampai-sampai di beberapa tempat ada teknisi yang masih bisa mengirim pesan walau baterai telegrafnya sudah dilepas. 'Badai Matahari Tahun 1985' akhirnya berakhir setelah beberapa hari, namun ilmuwan memperkirakan kalau kejadian yang sama terulang lagi sekarang, sistem telekomunikasi bisa luluh lantak dan menyebabkan kerusakan hingga triliunan dolar.

3. 'Tahun Belalang' 1874  
Hasil gambar untuk wabah belalang 1874
Wabah belalang yang menghancurkan tanaman tani mungkin biasa terjadi di akhir abad ke-19 di Amerika, tapi semua itu tak ada apa-apanya dibandingkan apa yang terjadi di Great Plainspada musim panas 1874.

Musim semi yang kering dan gersang saat itu menciptakan kondisi ideal bagi belalang di Pegunungan Rocky untuk bertelur dalam jumlah besar. Triliunan telur itu kemudian menetas dan menyerbu Nebraska, Kansas, Dakota, Iowa dan beberapa negara bagian lainnya.

Saksi mata menyebut kalau belalang itu tiba dalam kumpulan besar menyerupai awan yang sangat tebal sampai bisa menghalangi sinar mentari selama beberapa jam. Setelah mendarat, mereka melahap semua tanaman di ladang, tumbuhan lokal bahkan pakaian yang dikenakan orang. 

"Udara benar-benar jadi hidup karena mereka,” tulis New York Times.  
“Mereka menabrak rumah, mengerumuni jendela, mentupi kereta api yang lewat. Mereka seolah-olah diutus untuk merusak.”  

Orang-orang berusaha membakar atau meledakkan belalang itu dengan bubuk mesiu, tapi mereka tak berdaya menghadapi jumlahnya. Panen senilai jutaan dolar akhirnya musnah akibat peristiwa yang kemudian dikenal sebagai 'Tahun Belalang.'  

Angkatan Darat AS dikerahkan untuk mendistribusikan bantuan kepada para korban, tapi banyak yang menyerah dan mengungsi ke Timur. Wabah serupa terus menghantui beberapa tahun setelahnya. Wabah tersebut baru berakhir di awal abad ke-20, setelah perubahan lingkungan menyebabkan belalang Pegunungan Rocky punah.  

4. Selubung Debu (The Dust Veil) 
Tahun 536  Pada pertengahan abad keenam, awan pasir dan debu tiba-tiba menyelimuti sebagian besar bumi, meredupkan sinar matahari dan menyebabkan suhu dingin tak wajar selama beberapa tahun.  

“Sebuah pertanda paling menakutkan terjadi,” Procopius, sejarawan Bizantium menulis pada tahun 536. “Karena mentari bersinar namun tidak terang.. dan seperti terjadi gerhana, karena sinar yang dipancarkannya tidak cerah.”  

Musim dingin panjang yang menyusul kemudian menyebabkan kekeringan, gagal panen dan kelaparan di seluruh dunia. Beberapa ahli berspekulasi kalau hal ini juga menjadi salah satu pemicu terjadinya wabah penyakit pes pertama di Eropa.  

Meski punya dampak yang sangat luas, ilmuwan masih belum yakin apa penyebab pendinginan global tahun 530an. Satu teori yang ada menyebutkan kalau letusan gunung berapi raksasa memuntahkan debu ke lapisan atas atmosfer dan menghalangi sinar matahari.  

Penelitian pada sampel inti es dari Greenland dan Antartika menunjukkan adanya konsentrasi ion sulfat tinggi yang dilepaskan oleh gunung berapi, serta ada bukti-bukti yang mengindikasikan kemungkinan pernah terjadi letusan gunung berapi dahsyat di El Salvador tahun 530an.  

Peneliti lainnya menduga tabrakan (atau nyaris tabrakan) dengan kometlah penyebabnya. Komet Halley melintasi bumi tahun 530, dan mungkin saja serpihannya keluar jalur dan menabrak bumi sehingga menyebabkan terjadinya awan debu raksasa.

5. Kabut Dahsyat tahun 1952
Hasil gambar untuk kabut dahsyat 1952
Tak semua bencana alam sepenuhnya alami. Pada bulan Desember 1952, polusi udara akibat ulah manusia membentuk kabut jelaga yang bertahan hingga 4 hari. Kabut mematikan ini akibat sistem tekanan tinggi yang menghasilkan kondisi stagnan yang tak alami.

Bukannya menyebar ke atmosfer seperti biasa, kepulan awan dari asap batubara dan pabrik malah terkumpul di langit kota dan tak mau beranjak. Kabut ini mengurangi jarak pandang di beberapa tempat hingga nyaris nol.

Ternak-ternak mati satu per satu akibat sesak napas di padang rumput. Warga London pun terserang bronkitis, pneumonia dan masalah pernapasan lainnya. Banyak anak-anak dan orang tua tewas akibat kerusakan paru-paru karena peradangan.  Sekitar 4.000 orang tewas sebelum akhirnya angin membawa pergi kabut tersebut.  Pemerintah Inggris kemudian mencanangkan 'Clean Air Act' tahun 1956, yang memberikan subsidi bagi masyarakat untuk beralih ke bahan bakar yang lebih ramah lingkungan, serta melarang pembuangan asap hitam batubara di beberapa wilayah tertentu.

6. Kejadian Tunguska
Tak lama sesudah pukul 07.00 pagi pada 30 Juni 1908, seberkas cahaya menyilaukan muncul melesat di langit Siberia, lalu meledak di atas Sungai Tunguska Podkamennaya. Gelombang kejut yang dihasilkan kemudian berkekuatan 5 hingga 10 megaton TNT -- ratusan kali lebih dahsyat daripada bom atom Hiroshima.

Ledakan ini meluluhlantakkan 500.000 hektar hutan. Hebatnya, tak ada yang terbunuh, namun efeknya terasa di seluruh dunia.  Perangkat atmosferik dan seismik mati sampai ke Inggris. Selama beberapa malam setelahnya, langit jadi sangat terang sampai-sampai orang di benua Asia bisa membaca koran di luar ruangan.  Para ahli menduga ini akibat tabrakan meteor. Namun tim ekspedisi Rusia tak menemukan tanda-tanda adanya kawah hasil tumbukan apapun, saat mereka akhirnya mendatangi lokasi ledakan yang terpencil itu tahun 1927.

Walau tak ada jejaknya, kebanyakan ilmuwan masih percaya kalau “Kejadian Tunguska” ini akibat jatuhnya batuan angkasa.

Salah satu kemungkinannya ialah yang menabrak adalah komet es yang seketika langsung menguap sehingga tak meninggalkan jejak. Yang lebih masuk akal lagi ialah meteor berdiameter 65 sampai 100 kaki meledak di lapisan atas atmosfer dan pecah menjadi kepingan-kepingan kecil.

Saksi melaporkan kalau mereka mendengar suara seperti batu berjatuhan dari langit setelah ledakan awal. Sampel bangkai tumbuhan di Tunguska juga banyak mengandung nikel, besi, dan zat-zat lainnya yang biasa ditemukan di lokasi jatuhnya meteor.



Apabila artikel ini menarik menurut kamu, share dan bagikan lewat media sosial kamu agar teman-teman kamu juga mengetahuinya.

Sambil membaca artikel, ayo daftar menjadi buzzer media sosial untuk menambah uang saku tambahan Anda.
Di sini ada cara mendapatkan uang saku tambahan setiap bulannya, Daftar Sekarang!