Tuhan tidak menurunkan takdir begitu saja. Tuhan memberikan takdir sesuai dengan apa yang kita lakukan. Jika kita maju dan berusaha, Tuhan akan memberikan takdir kesuksesan. Jika kita lengah dan malas, maka Tuhan akan memberikan takdir kegagalan
Tampilkan postingan dengan label Catatan Islami. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Catatan Islami. Tampilkan semua postingan

Minggu, 10 Januari 2016

Makna dan Cara untuk Riyadhoh ( Melatih Diri )

Kata Riyadhoh terambil dari kata Ar-Riyadhu, Ar-Raudhu semakna dengan At-Tamrin yang mengandung arti: latihan atau melatih diri.  

Dalam riyadhoh, kita berlatih untuk membiasakan diri melaksanakan ibadah-ibadah mahdhoh (ritual) dan ghairu mahdhoh. Sehingga, kedua macam ibadah itu menjadi budaya hidup kita sehari-hari. Berikut rincian riyadhoh dalam ibadah mahdhah :  
  1. Jaga Shalat Tahajjud 8 Rakaat + Witir 3 Rakaat. 
  2. Jaga Shalat Shubuh, Zuhur, Ashar, Maghrib, dan Isya. (Khusus soal shalat, terkandung di dalamnya menjaga berjamaah, di masjid, lengkap dengan qabliyah dan ba’diyahnya. Juga Sunnah Tahiyyatul Masjid, sebagai tanda kita datang sebelum waktunya adzan). 
  3. Jaga baca Surat Al Waaqi’ah sesudah shubuh atau sesudah ashar (boleh pilih). 
  4. Jaga Shalat Dhuha 6 Rakaat. Yang kuat, 12 rakaat.  
  5. Baca zikir usai shalat, plus bacaan Yaa Fattaah Yaa Rozzaaq 11x, plus ayat kursi, plus Surat Al Ikhlas 3x. Ini setiap usai shalat. 
  6. Khusus usai Shalat Subuh dan Ashar, ditambah 4 ayat terakhir Surah Al Hasyr. 
  7. Jaga setiap hari membaca 300x Laa hawla walaa quwwata illaa billaah. Boleh 100x. Dan boleh dibagi-bagi di 5 waktu shalat. 
  8. Jaga setiap hari baca Istighfar 100x. 
  9. Jaga setiap hari baca Subhaanallaahi wabihamdihi subhaanallaahil ‘adzhim 100x pagi dan 100x sore. (Boleh habis dhuha dan habis ashar/ jelang maghrib). 
  10. Jaga setiap hari baca Surat Yaasiin (bebas waktunya kapan saja, yang penting 1 hari 1x). 
  11. Tutup malam dengan shalat sunnah 2 rakaat; baca Al Kafirun di rakaat pertama, Al Ikhlas di rakaat kedua. Setelahnya baca salah satu dari As Sajdah, Al Mulk, atau Ar Rahman. 

Salah satu kedahsyatan riyadhoh adalah kehebatan Sholat Dhuha. Hal ini diwasiatkan Nabi Muhammad SAW: “Barangsiapa yang mengerjakan shalat fajar (shubuh) berjamaah, kemudian ia (setelah usai) duduk mengingat Allah hingga terbit matahari, lalu ia shalat dua rakaat (Dhuha), ia mendapatkan pahala seperti pahala haji dan umrah; sempurna, sempurna, sempurna.”  (HR. Tirmidzi dari Anas ra).  

“Di setiap sendi seorang dari kamu terdapat sedekah, setiap tasbih (ucapan subhanallah) adalah sedekah, setiap tahmid (ucapan alhamdulillah) adalah sedekah, setiap tahlil (ucapan lailahaillallah) adalah sedekah, setiap takbir (ucapan Allahu akbar) adalah sedekah, menyuruh kepada kebaikan adalah sedekah, mencegah dari kemungkaran adalah sedekah. Dan dua rakaat Dhuha sebanding dengan pahala semua itu ”  

Di dalam tubuh manusia ada 360 sendi, yang atasnya masing-masing dia bersedekah, setiap sendi satu sedekah. Para sahabat bertanya : siapa yang sanggup melakukan itu ya rasulullah? Beliau berkata: menghilangkan dahak (kotoran) di masjid, atau membuang sesuatu yang mengganggu di jalan, maka bila tidak sanggup cukup diganti dengan dua raka’at shalat dhuha yang pahalanya serupa dengannya.  

Kemudian bentuk riyadhoh yang lain adalah seperti yang dikemukakan Ustadz Yusuf Mansur, yaitu menghindari dari, atau bertaubat atas 10 dosa besar :  
  1. Syirik 
  2. Meninggalkan Shalat 
  3. Durhaka Kepada Orang Tua 
  4. Zina 
  5. Rizqy Haram 
  6. Mabok 
  7. Memutus Silaturrahim 
  8. Bohong (nuduh zina, saksi palsu, bohong) Kikir Ghibah

Apabila artikel ini bermanfaat menurut kamu, bagikan lewat media sosial kamu agar teman-teman kamu juga mengetahuinya.

Selasa, 05 Januari 2016

Tata Cara, Niat dan Keutamaan Puasa Senin Kamis

Kita semua tahu bahwa Senin dan kamis merupahan sebuah hari yang di dalamnya memiliki keistimewaan dan keutamaan tersendiri. Rasulullah Muhammad SAW sangat menganjurkan kepada kita semua yaitu kita sebagai umatnya untuk mengerjakan puasa sunnah pada hari senin dan kamis. Seperti yang telah kita ketahui, bahwa pada jaman dahulu Nabi Muhammad SAW sering melakukan puasa sunnah pada hari senin dan kamis tersebut. Seperti yang di terangkan dalam sabda Rasulullah dari Abu Hurairah yang artinya :  

"Bahwasanya Rasulullah SAW adalah orang yang paling banyak berpuasa pada hari Senin dan Kamis. Ketika ditanya tentang alasannya, Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya segala amal perbuatan dipersembahkan pada hari Senin dan Kamis, maka Allah akan mengampuni dosa setiap orang muslim atau setiap orang mukmin, kecuali dua orang yang bermusuhan. Maka Allah berfirman, " Tangguhkan keduanya. (HR. Ahmad).

Nabi Muhammad SAW menganjurkan kita untuk senantiasa melaksanakan puasa sunnah Senin dan Kamis yaitu karena segala amal perbuatan manusia pada hari senin dan kamis di periksa oleh malaikat. Seperti sabda  Rasulullah SAW yang artinya :   

Segala amal perbuatan manusia pada hari Senin dan Kamis akan diperiksa oleh malaikat, karena itu aku senang ketika amal perbuatanku diperiksa aku dalam kondisi berpuasa.” (HR. Tirmidzi).  

Walaupun puasa senin kamis ini merupakan amalan sunnah, akan tetapi puasa sunnah ini memiliki keistimewaan tersendiri di mata Allah SWT. Bagi setiap umat muslim yang mau mengerjakannya , Allah SWT akan memberikan pahala puasa secara langsung kepada yang mengerjakannya. Seperti yang telah diterangkan oleh Allah SWT dalam hadits Qudsi-Nya:  

"Puasa itu milik-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya. Dan kebaikan itu akan dilipatgandakan sebanyak 10 kali lipat."(HR. Bukhari dan Abu Daud).  

Dalam hadist diatas , maksud dari "puasa" yaitu puasa secara umum, baik puasa wajib maupun puasa sunnah. Tidak terkecuali puasa sunnah senin kamis ini.    

Niat Puasa Sunnah Senin Kamis   

Walaupun mengerjakan puasa senin kamis ini hukumnya sunnah , akan tetapi keistimewaannya dan keutamaannya sangatlah besar. Dalam melaksanakan puasa senin kamis ini kita harus mengawalinya dengan niat.

Pelaksanaan niat tersebut termasuk dalam rukun puasa yang harus ada untuk mengawali puasa. Maksudnya yaitu , puasa senin kamis ini tidak akan sah jika pada pelaksanaanya tidak diawali dengan niat .

Sebenarnya letak niat itu ada di dalam hati. Sedangkan untuk pelafalan niat secara lisan, para ulama ahli fiqih telah setuju (ijma) atau sepakat bahwa hal itu boleh dilakukan dan sunat. Pelafalan niat tersebut boleh menggunakan bahasa Arab ataupun menggunakan bahasa kita sehari-hari. Lafadz niat puasa sunnah senin kamis yaitu sebagai berikut :     


Keistimewaan Mengerjakan Puasa Senin Kamis  

  • Surga Balasannya Di Akhirat

Allah SWT akan menempatkan hamba-Nya yang beriman, bertakwa dan beramal saleh ke dalam surga . Surga yang penuh kenikmatan diciptakan oleh Allah SWT sebagai ganjaran atas jerih payah hamba-Nya yang bertakwa.  

  • Terhindar dari Siksa Api Neraka

Puasa merupakan salah satu bentuk ibadah yang sangat istimewa di hadapan Allah SWT . Dan bagi orang yang mau mengerjakannya, maka Allah SWT akan memberikan ganjaran surga di akhirat.   

  • Menjadi Penolong pada Hari Kiamat serta untuk mendekatan Diri kepada Allah SWT.  


Manfaat puasa Senin Kamis untuk kesehatan jasmani  

1. Sistem pencernaan kita akan menjadi semakin sehat. Karena saat kita berpuasa, alat pencernaan di dalam tubuh kita beristrahat.   

2. Selain memberi kesempatan kepada alat pencernaan untuk beristirahat, ternyata puasa senin kamis dapat menghilangkan racun dan kotoran (detoksifikasi) yang ada di dalam tubuh kita. Dengan mengerjakan puasa Senin-Kamis, berarti membatasi kalori yang masuk dalam tubuh kita sehingga menghasilkan enzim antioksi dan yang dapat membersihkan zat-zat yang bersifat racun dan karsinogen .  

3. Mencegah penyakit kolesterol dan trigliserida tinggi, jantung koroner, kencing manis (diabetes mellitus), dan lain-lain. Penyakit tersebut timbul karena pola makan kta yang tidak baik, sehingga menyebabkan kegemukan.   

Mau tau juga mengenai puasa Daud, mari kita lihat artikelnya disini Tatacara dan Keutamaan Puasa Daud  

Keutamaan Puasa Senin Kamis  

Bagi mereka yang menjalankan puasa senin kamis ini, maka orang tersebut akan mendapatkan pahala. Sedangkan yang tidak menjalankan tidak mendapat dosa. Akan tetapi, sesungguhnya ibadah sunah puasa senin kamis ini sangat bermanfaat bagi Anda baik dengan cara langsung maupun tidak.  

Jika kita lihat dari segala hal, puasa senin kami ini memiliki keutamaan pada segi kesehatan tubuh maupun mental dan juga spiritual yang dialami oleh pelakukanya. Maka dari itu, mereka yang suka puasa Hari senin Hari kamis dapat memaksimalkan beserta menyeimbangkan antara tiga kecerdasan, yaitu kecerdasan intelektual (IQ), kecerdasan emosional (EQ), dan juga kecerdasan spiritual (SQ). 
  • Mengeluarkan racun dalam tubuh   

Tanpa kita sadari makanan yang kita konsumsi sehari-hari ternyata mengandung racun yang bercampur dalam lemak, darah, ataupun bagian yang lainnya tersebut. Dengan melakukan puasa senin kamis ini racun yang ada dalam tubuh bisa berkurang.  

Untuk mengeluarkannya bukan cuma dengan berolah raga saja. Namun, Kamu mesti berhenti mengkonsumsi makanan dan juga minuman minimal selama sehari, agar racun dapat dikeluarkan dengan efektif. Pengeluarannya dapat lewat keringat, urine, ataupun ketika Kamu buang air besar. Cara puasa hari senin hari kamis memang dipercaya ampuh untuk mengelurkan racun yang telah mengendap dalam tubuh.   
  • Memberikan istirahat untuk organ pencernaan

Organ perncernaan dalam tubuh diibaratkan seperti mesin, misalnya mesin kendaraan bermotor. Tidak bisa jadi satu buah mesin dapat dihidupkan dan juga dijalankan terus menerus sebab cuma akan merusak salah 1 ataupun lebih onderdil ataupun sparepart bagian dari mesin tersebut.  

Dalam hal ini mesin kendaraan bermotor juga butuh waktu untuk istirahat agar tidak cepat rusak. Begitu juga dengan tubuh kita, organ organ dalam manusia juga perlu istirahat, yaitu dengan cara melakukan puasa senin kamis. Dengan melakukan puasa senin kamis, maka kita memberi kesempatan pada tubuh kita untuk beristirahat. Contohnya yaitu organ pada sistem pencernaan.


Apabila artikel ini bermanfaat menurut kamu, bagikan lewat media sosial kamu agar teman-teman kamu juga mengetahuinya.

Tata Cara, Niat Dan Doa Sholat Tahajud Terlengkap

Rukun-Islam.com - Pengertian Sholat Sunah Tahajud sendiri adalah Sholat Sunah yang dikerjakan pada waktu malam sedikitnya 2 (dua) Raka’at dan sebanyak–banyaknya tidak terbatas dan masing–masing di 2 Raka’at dibarengi dengan salam. Adapun Waktu Mengerjakan Sholat Tahajud dikerjakan setelah mengerjakan Sholat Isya sampai terbit fajar yang hanya bisa dilakukan di malam hari. Sholat Tahajud ini hanya bisa dilakukan dimalam hari selepas Sholat Isya dengan syarat harus tidur terlebih dahulu atau selepas tidur, walaupun tidur itu hanya sebentar saja.  

Jadi apabila anda mengerjakan Sholat Tahajud tanpa tidur terlebih dahulu maka Sholat anda tersebut bukan Sholat Sunah Tahajud melainkan Sholat–Sholat Sunah saja seperti Sholat Sunah Witir atau sebagainya. Untuk Waktu Sholat Tahajud Sendiri dikerjakaan malam hari setelah Sholat Isya sampai masuk waktu Sholat Subuh dan sesudah bangun tidur, sedangkan untuk Waktu Sholat Tahajud yang paling utama bisa dibagi menjadi 3 (tiga) sepanjang malam yang antara lain.

Waktu Sepertiga Pertama ialah yang kira–kira dari jam 19.00 malam sampai dengan jam 22.00 malam (Waktu Saat Utama), Waktu Sepertiga Kedua ialah kira–kira dari jam 22.00 malam sampai dengan jam 01.00 pagi (Waktu ini saat yang lebih utama) dan Waktu Sepertiga Ketiga ialah waktu kira–kira dari jam 01.00 pagi sampai dengan sebelum masuknya waktu shubuh (Waktu yang paling sangat utama).

Perintah Shalat Sunah Tahajud menurutt Hadist Nabi Muhammad Saw yang berbunyi, "Perintah Allah Turun ke langit dunia diwaktu tinggal sepertiga yang akhir dari waktu malam, lalu berseru : Adakah orang–orang yang memohon (Berdoa) pasti akan kukabulkan, adalah orang yang meminta, pasti akan kuberi dan adalah yang mengharap atau memohon ampunan, pasti akan kuampuni baginya, sampai tiba waktu sholat subuh".  

Hadist Nabi Muhammad Saw diatas bisa kita disimpulan sendiri bahwa Shalat Tahajud dikerjakan disaat sepertiga waktu malam dan mempunyai Manfaat Sholat Tahajud yang hebat seperti di hadist Nabi Muhammad Saw diatas seperti dikabulkan segala permintaan atau doa yang dibacakan setelah Sholat Tahajud dan diampuni segala dosa–dosanya ketika memohon ampun setelah mengerjakan Sholat Tahajud.  

Sedangkan untuk Keutamaan Sholat Tahajud dan pentingnya Sholat Sunah Tahajud ini juga sudah terdapat di dalam Firman Allah Swt yang berbunyi, "Hendaknya engkau gunakan sebagian waktu malam itu untuk Shalat Tahajud, sebagaii Shalat Sunah untuk diriimu dan mudah-mudahan Tuhan akan membangkitkan engkau dengan kedudukan yang baik (S. Bani Israil ; 79)".

Kemudian untuk Cara Mengerjakan Sholat Tahajud ini masih sama dengan mengerjakan Sholat–Sholat pada umumnya baik dalam Sholat Wajib maupun Sholat Sunah. Cara Sholat Tahajud sendiri diawali dengan Bacaan Niat Sholat, membaca Surat Al Fatihah, Membaca Suratan, lalu Ruku, I’tidal, kemudaian Sujud dan yang terakhir Salam. Adapun Bacaan Niat Sholat Tahajud dan Doa Sholat Tahajud sudah saya buat dibawah ini sehingga anda bisa membaca dan menghafalkannya untuk di amalkan dirumah.
  
Niat Sholat Tahajud Dan Doa Sholat Setelah Tahajud 

Bacaan Niat Sholat Tahajud Terlengkap 

Terjemahan Niat Sholat Tahajud diatas adalah, 

"USHALLI SUNNATAT TAHAJJUDI RAK’ATAINI LILLAAHI TA’AALAA". 

Kemudian untuk Artian Bacaan Niat Sholat Tahajud ialah.

"Aku niat Sholat Sunah Tahajud dua Raka’at karena Allah Ta’ala".  

Setelah anda membaca Niat Sholat Sunah Tahajud anda tinggal membaca Surat Al Fatihah, lalu Suratan untuk Raka’at pertama dan Raka’at kedua seperti mengerjakan Sholat biasa yang diawali dengan Niat sampai Salam.  

Bacaan Doa Setelah Sholat Tahajud 

Setelah anda selesai mengerjakan Shalat Tahajud maka dianjurkan anda membaca Doa Sholat Tahajud Dzikir seperti Istighfar, Shalawat Nabi Muhammad Saw, lalu Tahmid dan Tasbih karena ber-Dzikir sangat berguna untuk mendekatkan diri kepada Alloh Swt sehingga anda semakin dicintai dan disayangi oleh Alloh.  


Bacaan Doa Shalat Tahajud Istighfar diatas sebaiknya dibacakan sebanyak-banyaknya atau minimal 32 kali sampai 100 kali setelah itu dilanjutkan dengan membaca Sholawat Nabi Muhammad Saw.


Membaca Doa Sholat Tahajud Dzikir Shalawat Nabi sebanyak 32 kali, setelah itu anda tinggal dilanjut membaca Bacaan Doa Setelah Sholat Tahajud seperti dibawah ini beserta dengan terjemahan dan artian lengkap.


Artian Doa Setelah Sholat Tahajud diatas adalah, "Ya Allah, bagimu segala puji. Engkau-lah (Allah) penegak langit dan bumi dan alam semesta serta segala isinya. BagiMu-lah segala puji, Engkau (Allah) Raja penguasa langit dan bumi. BagiMu-lah (Allah) segala puji, pemancar cahaya langit dan bumi. BagiMu-lah (Allah) segala puji, Engkau-lah (Allah) yang hak dan janjimu adalah benar dan perjumpaanmu itu adalah hak dan firmanmu adalah benar, dan surga adalah hak dan Neraka adalah hak dan Nabi–Nabi itu hak benar dan Nabi Muhammad Saw adalah benar, dan saat hari Kiamat itu benar. Ya Allah kepadaMu-lah kami berserah diri (bertawakal) kepada Engkau jualah kami kembali dan kepadaMu-lah kami rindu dan kepada Engkau-lah kami Berhukum.  

Ampunilah kami atas kesalahan yang sudah kami lakukan dan yang sebelumnya baik yang kami sembunyikan maupun yang kami nyatakan. Engkau-lah Tuhan yang terdahulu dan Tuhan yang terakhir, Tiada Tuhan melainkan Engkau Allah Rabbul  Alamin. Tiada daya dan kekuatan melainkan dengan Allah".  

Setelah anda selesai mengerjakan Sholat Sunah Tahajud dan Berdoa Setelah Shalat Tahajud lalu anda bisa beranjak tidur lagi dan sebelum tidur sebaiknya anda membaca Ayat Yasin, Surat Al Ikhlas, Surat Al Falaq dan Surat An Nas yang bertujuan untuk memohon perlindungan Allah dari godaan setan atau anda bisa membaca Al Qur’an sambil menunggu datangnya Waktu Shalat Subuh.


Apabila artikel ini bermanfaat menurut kamu, bagikan lewat media sosial kamu agar teman-teman kamu juga mengetahuinya.

Tata Cara, Niat Dan Doa Setelah Shalat Dhuha

Rukun-Islam.com - Shalat Dhuha merupakan Shalat sunah yang dapat dikerjakan oleh kaum Muslimin pada waktu matahari sedang naik atau dipagi hari yang dikerjakan sekurang–kurangnya 2 Raka’at dan paling banyak 12 Raka’at yang masing–masing 2 raka’at diberi satu salam. Seperti Sabda Nabi Muhammad Saw yang berbunyi, "Barang siapa yang mengerjakan Shalat Dhuha sebanyak 12 Raka’at maka Allah Swt akan membuatkan dia istana di dalam surganya".  

Tetapi disini tidak diwajibkan oleh anda untuk mengerjakan Sholat Dhuha dengan 12 Raka’at karena Sholat Dhuha ini bisa anda kerjakan minimal dengan 2 Raka’at saja. Sedangkan untuk Waktu Mengerjakan Shalat Dhuha ini dilakukan pada saat matahari sedang naik kira–kira setinggi kurang lebih 7 hasta atau pada jam 07.00 pagi sampai masuk waktu Shalat Wajib Dhuhur sehingga bisa disimpulkan bahwa dari jam 07.00 sampai 11.00 siang waktu yang sangat tepat untuk mengerjakan Shalat Sunah Dhuha ini.

Adapun Keutamaan Shalat Dhuha atau Manfaat Shalat Dhuha yang dapat diperoleh oleh anda ialah dapat mempermudahkan pintu rejeki anda seperti sabda Nabi Muhammad Saw, "Shalat Dhuha itu dapat mendatangkan Rejeki dan Menolak Kekafiran dan tidak ada yang akan memelihara Shalat Sunah Dhuha melainkan orang–orang yang bertaubat". Kemudian Sabda Nabi Muhammad Saw lainnya yang disampaikan oleh Abu Hurairah yang berbunyi, ” Siapa saja yang dapat mengerjakan Shalat Dhuha dengan langgeng, maka akan diampuni dosanya oleh Allah Swt sekalipun dosa itu sebanyak busa lautan (HR. Turmudzi)".

Dari kedua Sabda Nabi Muhammad Saw diatas yang paling banyak di pahami oleh sebagian orang muslim adalah Manfaat Shalat Sunnah Dhuha untuk mempermudah suatu rejeki padahal masih banyak Manfaat Sholat Dhuha yang lainnya menurut Sabda Nabi Muhammad Saw dan untuk cara mengerjakan shalat dhuha sendiri sebenarnya masih sama dengan mengerjakan shalat pada umumnya yang dilengkapi dengan bacaan Niat Shalat, membaca Al Fatihah, Bacaan Suratan dan Salam, namun untuk Niat Shalat Sunnah Dhuha ini sudah bisa anda lihat dibawah ini lengkap dengan terjemahannya.  

Niat Shalat Dhuha Dan Doa Setelah Shalat Dhuha

Bacaan Niat Shalat Dhuha Terlengkap  
Terjemahan Niat Shalat Dhuha Latin, 

"Ushalli Sunnatadl Dluhaa Rak’ataini Lillaahi Ta’aalaa, Allaahu Akbar". 

Kemudian Artian Bacaan Niat Shalat diatas adalah 

"Aku Niat Shalat Sunah Dhuha Dua Raka’at, Karena Allah Ta’ala, Allahu Akbar". 

Setelah membaca Niat Shalat Dhuha diatas maka anda dilanjutkan membaca Surat Al Fatihah.
Setelah anda membaca Bacaan Surat Al Fatihah diatas, kemudian anda bisa membaca Bacaan Surat dalam Shalat Dhuha pada raka’at pertama Surat Ary Syamsu dan pada Raka’at kedua Surat Adl dhuha karena disini dijelaskan mengerjakan Shalat Sunah Dhuha jumlah 2 Raka’at.  

Doa Setelah Shalat Dhuha Terlengkap 

Setelah anda mengerjakan Shalat Dhuha maka sebaiknya anda duduk dengan khusyu dan membaca bacaan dzikir seperti Istighfar, Sholawat Nabi, Bacaan Tasbih dan Bacaan Tahlil yang bertujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah. Bacaan Istighfar dibawah ini sendiri dibacakan sebanyak 100 kali dan minimal 32 kali.  
Kemudian dilanjutkan dengan membaca Sholawat Nabi sebanyak 32 kali atau 100 kali menurut kemampuan anda  
Setelah itu barulah anda bisa membaca Doa Setelah Shalat Dhuha yang dibacakan dengan khusyuk memohon kepada Allah Supaya rezeki anda dimudahkan dan segala dosa anda di hapuskan oleh Allah Swt, Bacaan Doa Setelah Shalat Dhuha bisa anda lihat dibawah. 
Artian atau Terjemahan Doa Shalat Dhuha diatas ialah :  "Ya Allah Bahwasanya waktu dhuha itu waktu Dhuha-Mu, kecantikan itu ialah kecantikan-Mu, keindahan itu keindahan-Mu, kekuatan itu kekuatan-Mu, kekuasaan itu kekuasaan-Mu dan perlindungan itu perlindungan-Mu".  

"Ya Allah jikaa Rizkiku masih di atas langit, turunkanlah dan jika ada di dalam bumi maka keluarkanlah, jika sukar maka mudahkanlah, jika haram maka sucikanlah, jika masih jauh maka dekatkanlah, berkah waktu dhuha, keagungan, keindahan, kekuatan, dan kekuasaan-Mu, limpahkanlah kepada kami segala yang telah engkau limpahkan kepada Hamba-hamba-Mu yang shaleh".  

Melihat Terjemahan diatas sudah bisa kita ambil sedikit kesimpulan bahwa keutamaan shalat Dhuha yang paling besar ialah untuk mempermudahkan rezeki kita, sehingga ada baiknya jika anda ingin dilancarkan rezekinya maka tunaikanlah Shalat Sunnah Dhuha 2 Raka’at ini dan berdzikir serta meminta kepada Allah dengan khusyu baik dengan bacaan doa diatas maupun dengan Berdoa Setelah Shalat Dhuha menurut dengan bahasa anda (Bahasa Indonesia) karena Allah Maha Pintar lagi Maha Mengetahui sehingga Allah pasti mengerti dan mendengar bacaan doa anda tersebut.  

Mungkin itu lah pembahasan Niat Shalat Dhuha dan Doa Shalat Dhuha yang bisa kami jelaskan kepada anda dan semoga pembahasan artikel ini dapat berguna, bermanfaat dan mudah dihafalkan oleh anda sehingga bisa cepat diamalkan sendiri oleh anda dirumah.


Apabila artikel ini bermanfaat menurut kamu, bagikan lewat media sosial kamu agar teman-teman kamu juga mengetahuinya.

Senin, 04 Januari 2016

Begini Cara Agar Doa Cepat Terkabul Oleh Allah SWT

Rukun-Islam.com - Cara Berdoa merupakan kegiatan yang sering di lakukan oleh umat manusia atau seorang muslim baik setelah sholat maupun dalam bermacam – macam kesempatan dan doa juga merupakan suatu ibadah yg diperintahkan oleh Alloh untuk setiap hamba – hambanya karena Alloh sangat menyukai seorang Hamba yg meminta kepadanya dan mendekatkan diri kepadanya karena dengan berdoa kita menjadi tidak sombong.

Doa juga merupakan senjata seorang Muslim karena dengan berdoa menjadi bukti bahwa kita begitu lemah tanpa pertolongan Allah Swt karena itu orang yang tidak pernah berdoa dan meminta pertolongan kepada Alloh termasuk dari kategori orang / muslim yang sombong dan hina. Adapun Doa Agar Cepat Terkabul memiliki beberapa cara yang bisa anda praktekan atau kerjakan dirumah dan anda harus tahu Tata Cara Berdoa Yang Benar sehingga doa anda yg panjatkan bisa cepat dikabulkan oleh Allah Swt.

Perlu di ingat bahwa suatu Doa Dikabulkan Oleh Allah atau tidaknya itu merupakan hak dan ketentuan Alloh, kita hanya berusaha dan berikhtiar saja. Tetapi tak ada salahnya jika kita mengetahui Tata Cara Berdoa Yang benar sehingga setiap Doa atau hajat yang kita panjatkan atau minta dapat dengan cepat dikabulkan oleh Allah Tuhan Sang Pencipta Alam, Adapaun Cara Berdoa Agar Dikabulkan Oleh Allah ada beberapa etika atau cara dan cara tersebut sudah kami buat dan jelaskan secara singkat dan jelas dibawah ini :

1. Berdoa Di Waktu Yang Mustajab 
Cara Berdoa Cepat Terkabul yang pertama adalah berdoa pada waktu–waktu Mustajab seperti berdoa pada waktu Bulan Ramadhan, Antara Adzan dan Iqomah, berdoa pada sepertiga malam terakhir, berdoa disaat hujan dan ketika puasa menjelang waktu berbuka. Seperti beberapa hadist yg berbunyi :
” Doa tidak akan tertolak pada 2 (dua) Waktu yaitu ketika Adzan berkumandang dan ketika Hujan Turun”, dan ” Allah akan turun kelangit dunia setiap malam, ketikaa tersisa sepertiga malam terakhir, Alloh Berfirman : ” Siapa yg berdoa kpdku maka aku akan kabulkan, siapa yg meminta maka akan aku beri dan siapa yg memohon ampunan pasti aku ampuni” .

2. Menghadap Kiblat dan Mengangkat Kedua Tangan
Seperti dalam sebuah Hadist yang shahih, Nabi Muhammad Saw bersabda yang berbunyi : ” Sesungguhnya Allah Swt maha pemalu lagi maha pemurah terhadap seorang hamba yg mengangkat kedua tangannya untuk berdoa, kemudian kedua tangannya kembali dengan kosong dan kehampaan (Tidak dikabulkan)”.

3. Dengan Suara Lirih dan Khusyu
Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yg lembut. ” Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas (QS : Al-Araf”:55)”.

4. Yakin doa Akan Dikabulkan Allah
Berdoalah kepada Allah dan kalian yakinlah akan dikabulkan. Ketahuilah, sesungguhnya Allah tidak mengabulkan doa dari hal yang lalai, dan lengah dengan doa-nya ( HR. Tirmidzi).

5. Tidak Tergesa–Gesa dalam berdoa
Dari Abu Hurairah, Bahwa Nabi Muhammad Saw bersabda yang berbunyi : ” Akan diijabahi doa kalian, jika tidak berdoa dengan tergesa – gesa. Sungguh kamu telah berdoa, maka atau kenapa tidak diijabahi ?” ( Imam Bukhari).

6. Mulailah Berdoa Dengan Memuji Allah
Karena yang akan mengabulkan Doa kalian adalah Allah Sang Pecipta Alam yang Maha Pemurah dan Maha Penyayang sehingga sebelum berdoa ada baiknya anda membaca atau berdzikir dengan memuji nama Allah dengan khusyu dan ikhlas.

7. Mengakhiri Dengan Shalawat Nabi  
Nabi Muhammad Saw merupakan Nabi terakhir dan Nabi yang sangat dicintai oleh Allah Swt dan sehingga sering–seringlah kamu (Seorang Muslim) membaca shalawat nabi karena itu sangatlah menguntungkan untuk mu.

Demikianlah beberapa Cara Agar Doa Cepat Dikabulkan yang bisa kami sampaikan dan berikan kpd anda, semoga tulisan ini berguna dan bermanfaat bagi anda semua karena kami menulis dan membuat artikel ini hanya ditujukan untuk anda semua para pengunjung yang beriman dan budiman.

Adapun jika ada terdapat penulisan yang salah kami dari pihak Rukun-Islam memohon maaf yang sebesar–besarnya, serta tak lupa kami mengucapkan rasa terima kasih yang begitu besar untuk anda karena telah mengunjungi blog kami yg sederhana ini.


Apabila artikel ini bermanfaat menurut kamu, bagikan lewat media sosial kamu agar teman-teman kamu juga mengetahuinya.

Makna dan Pengertian dari Kun Fayakun

Bukankah Tuhan itu apabila menghendaki maka segala sesuatunya akan terwujud? Bukankah apabila Tuhan berkata kun (jadilah) fayakun (maka jadilah)? Lantas mengapa langit dan bumi diciptakan dalam waktu enam atau tujuh hari? Bukankah hal ini berseberangan dengan kudrat dan kekuasaan Tuhan?  

Kekuasaan tidak terbatas dan apa yang didefinisikan tentang kudrat dan kekuasaan Tuhan bermakna bahwa apabila Dia menghendaki melakukan sesuatu maka Dia akan melakukannya dan apabila enggan melakukan sesuatu maka Dia tidak akan mengerjakannya. Tiada satu pun yang keluar dan berada di luar wilayah kekuasaan Allah Swt di alam semesta ini.  

Adapun bahwa alam semesta diciptakan dalam waktu enam hari atau dengan ungkapan yang lebih tepat dalam enam tingkatan pada hakikatnya tidak berseberangan dengan kekuasaan dan kudrat Allah Swt; karena dengan melewati enam tingkatan ini bagi penciptaan alam semesta tidak bermakna bahwa Allah Swt tidak berkuasa menciptakannya dalam satu waktu; artinya penciptaan seketika alam semesta oleh Tuhan bukanlah suatu hal yang mustahil. Mengingat bahwa mekanisme yang berlaku di alam semesta adalah mekanisme sebab akibat dan berada di bawah aturan hukum kausalitas dan Tuhan tidak ingin melakukan sesuatu kecuali dengan sebab-sebabnya, maka, dengan beberapa alasan yang tidak kita ketahui secara pasti, alam semesta diciptakan dalam waktu enam hari. Namun yang pasti penciptaan gradual ini sepenuhnya disebabkan oleh tipologi yang dimiliki alam semesta bukan karena kekuasaan dan kudrat Allah Swt.   

“Huwalladzi khalaqa al-samawat wa al-ardh fi sittati ayyamin.”  

“Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam waktu enam hari.” (Qs. Hud 11:7)  

Pertama-tama yang dimaksud dengan hari bukanlah satuan waktu dua puluh jam yang kita lalui sehari-hari. Karena pada waktu itu bumi dan matahari belum lagi diciptakan sehingga bumi mengelilingi dirinya di hadapan cahaya matahari sehingga kita menyebut rotasi tersebut sebagai sehari. Hari dalam ayat  yang dimaksud merupakan ungkapan tentang masa dan tingkatan dan penggalan waktu dari zaman. 

Apa yang dijelaskan ayat-ayat al-Qur’an dan riwayat bahwa bumi diciptakan dalam enam tingkatan dan terkait dengan hal-hal detilnya pada setiap tingkatan dan bagaimana proses terjadinya tidak ada yang dapat kita pahami dari firman Allah Swt. Yang paling maksimal yang dapat kita petik dari ayat-ayat al-Qur’an adalah pertama bahwa penciptan langit dan bumi tidaklah berbentuk dan seperti kondisi yang sekarang ini kita saksikan. Keberadaannya tidak bersifat mendadak dan muncul dari ketiadaan, melainkan diciptakan dari sesuatu yang lain dimana sesuatu tersebut sebelumnya telah ada dan hal itu adalah sebuah materi yang mirip bagian-bagian dan bertumpuk-tumpuk satu dengan yang lain kemudian Allah Swt membagi-bagi materi padat ini, dan bagian-bagian tersebut dipisahkan dari yang lain. Dari satu bagiannya, dalam dua penggalan waktu bumi dibuat dan kemudian menciptakan langit yang kala itu masih berupa asap (dukhan),[1] bagian-bagian tersebut juga dipisah-pisahkan dan pada dua penggalan waktu kemudian berbentuk tujuh petala langit.    

Yang lainnya bahwa seluruh entitas dan makhluk hidup yang kita saksikan diciptakan dari air, karena itu materi air (tentu saja air ini bukan air yang kita sehari-hari konsumsi) merupakan materi kehidupan setiap makhluk hidup. Dengan penjelasan di atas menjadi jelas ayat yang menjadi obyek bahasan, oleh itu, al-Qur’an menyatakan, “Huwalladzi khalaqa al-samawat wa al-ardh fi sittati ayyamin” (Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam waktu enam hari) yang dimaksud dengan menciptakan langit dan bumi pada ayat ini adalah mengumpulkan bagian-bagian kemudian memisahkannya dengan materi-materi lain yang mirip satu dengan yang lain kemudian memadatkannya satu dengan yang lain.[2]  

Hingga kini makna penciptaan alam semesta yang terjadi selama enam hari menjadi jelas. Sekarang tiba gilirannya kita membedah makna kun (jadilah) fayakun (maka jadilah ia) bahwa pada hakikatnya apa sih makna huruf ini? Al-Qur’an menyatakan, “Innama amruhu idza arada syaian an yaqula lahu kun fayakun.” (Sesungguhnya urusannya-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya, “Jadilah!” Maka jadilah ia,” Qs. Yasin 36:82).  

Ayat mulia ini merupakan salah satu ayat unggul al-Qur’an yang mendeskripsikan kalimat pengadaan dan penjadian dan menyatakan, “Allah Swt dalam menjadikan dan mengadakan segala sesuatu yang kejadiannya dikehendaki, tidak membutuhkan kepada sesuatu yang lain kecuali kepada Zat-Nya sendiri, bukan bahwa sebab tersebut secara mandiri menjadikan sesuatu juga bukan membantu Tuhan dalam penjadiannya, atau menyingkirkan penghalang terealisirnya kehendak Tuhan.  

Yang dimaksud dengan redaksi “amr” pada ayat yang menjadi obyek bahasan adalah “sya’n” (urusan, kedudukan) artinya ayat tersebut ingin menandaskan, “Urusan (kedudukan) Tuhan tatkala menghendaki penciptaan satu makhluk dari seluruh makhluk adalah demikian, bukan bermaksud amr (perintah) sebagai lawan nahi (larangan). Tatkala Tuhan ingin menciptakan satu entitas (makhluk) maka Dia menggunakan kalimat “amr.” Karena itu, makna kalimat “idzâ aradâ” adalah bahwa tatkala segala sesuatu berada dalam obyek kehendak Tuhan, maka sya’n (kedudukan atau urusan) Tuhan adalah berkata kepada sesuatu tersebut untuk menjadi (kun) dan maka jadilah ia (fayakun). Namun yang menjadi titik tekan di sini bukan lafaz “kun” melainkan kehendak (iradah) Tuhan. Demikian juga dalam kondisi ini obyek bicara Tuhan juga bukanlah obyek yang memiliki indra pendengaran dan mendengarkan pembicaraan dengan dua telinganya kemudian mengada, lantaran apabila obyek bicara sudah mewujud (sebelumnya) maka tidak perlu lagi diwujudkan.  

Karena itu, ayat yang menjadi obyek bahasan merupakan sebuah firman yang mengandung analogi dan karena Zat Allah Swt apabila mengendaki wujudnya segala sesuatu maka tanpa ada jeda dan selisih akan segera mewujud.[3]  

Dari satu sisi juga, apa yang dianugerahkan dari sisi Allah Swt, tidak memerlukan waktu dan jeda, juga tidak menerima adanya perubahan dan pergantian, demikian juga tidak bersifat gradual. Apa pun yang kita saksikan secara gradual, memerlukan waktu dan jeda pada seluruh entitas dan makhluk sejatinya bersumber dari entitas itu sendiri dan bukan berasal dari sisi Allah Swt.  

Shafwan bin Yahya berkata, aku berkata kepada Hadhrat Abi al-Hasan As : Tolong Anda jelaskan tentang kehendak Tuhan dan penciptaan-Nya. Beliau berkata, “Kehendak pada kita makhluk bermakna keinginan batin dan intrinsik yang sebagai ikutannya muncullah perbuatan dari kita. Namun kehendak Allah Swt bermakna pengadaan dan penjadian perbuatan bukan selainnya, karena  
Allah Swt tidak perlu berpikir dan merenung sebelumnya. Dia tidak seperti kita yang memerlukan keputusan sebelum setiap pekerjaan dilakukan dan kemudian memikirkan bagaimana merealisasikannya. Sifat seperti ini tidak terdapat pada Allah Swt dan merupakan salah satu tipologi makhluk.  

Oleh itu, kehendak Tuhan adalah perbuatan itu sendiri bukan yang lain. Dia berkata kepada perbuatan tersebut, “Jadilah (Kun) maka perbuatan itu akan menjadi (fayakun). Adapun kita berkata, “Berkata kepadanya” (an yaqula) bukan perkataan dengan ekspresi dan bahasa, bukan juga keputusan dan produk pikiran, sebagaimana Dia tidak memiliki kualitas, perbuatan-Nya juga tidak memiliki kualitas.[4]  

Karena itu, apabila kita berkata bahwa Allah Swt menciptakan alam semesta dalam enam hari maka pertama-tama hal itu tidak bermakna bahwa penciptaan tersebut secara gradual terjadi dari sisi Allah Swt dan perbuatan-Nya adalah bersifat gradual dan sebagai kesimpulannya karena Allah Swt tidak mampu menciptakannya dalam satu waktu maka kekuasaannya terbatas dan untuk menciptakan Dia memerlukan terlewatinya waktu. Sifat gradual ini sejatinya bersumber dari makhluk yang dalam ini adalah alam semesta dan bukan bersumber dari Allah Swt. Karena sebagaimana yang telah dijelaskan kapan saja Allah Swt menghendaki wujudnya sesuatu maka segera ia akan mewujud (fayakun). Apa yang Anda nyatakan bahwa hal ini berasal dari sisi Tuhan, sama sekali tidak bermasalah. Benar bahwa Tuhan mampu menciptakan alam semesta dalam satu waktu namun mengingat alam materi mengikut mekanisme sebab akibat dan tunduk di bawah aturan hukum kausalitas dan Allah Swt enggan melakukan sesuatu kecuali dengan sebab-sebabnya[5] atas alasan itulah berdasarkan kemasalahatan-kemasalahatan yang juga kita tidak ketahui secara persis alam semesta diciptakan dalam enam tingkatan, boleh jadi pada setiap tingkatan bergantung pada tingkatan-tingkatan sebelumnya atau dalil-dalil lainnya... namun apa yang penting di sini adalah Tuhan mahakuasa untuk menciptakan segala sesuatu yang memiliki kemungkinan eksistensial untuk mewujud.[6] [IQuest]


[1]. Namun apa yang disebutan dalam kitab-kitab tafsir bukanlah asap yang umum dikenal ini.    
[2]. Terjemahan Persia Tafsir Al-Mizan, jil. 10, hal. 224.    
[3]. Terjemahan Persia Tafsir Al-Mizan, jil. 17, hal. 171.  Pada ayat 82 surah Yasin.    
[4]. Sesuai nukilan dari terjemahan Persia Tafsir Al-Mizan, jil. 17, hal. 117.    
[5]. “AbaLlah an  yujri al-asya illa bi asbab.” Sesuai nukilan dari Majmu-‘e-ye Âtsâr, jil. 1, hal. 408 (Majma’ al-Bahraîn, kata sa-ba-b).    
[6]. Majmu-‘e-ye Âtsâr Syahid Muthahhari, jil. 4, hal. 626 & 627.  


Apabila artikel ini baik menurut kamu, bagikan lewat media sosial kamu agar teman-teman kamu juga mengetahuinya.

Sabtu, 02 Januari 2016

Kumpulan Kisah Cerita Inspiratif Nabi Muhammad SAW Lengkap

Siapakah Rasulullah SAW ?   
Mari sejenak kita luangkan waktu, dari sibuknya aktivitas kita untuk membaca kisah inspiratif berkitu ini. Marilah kita menjadi umat yang bersyukur dan pandai berterimakasih, Kepada ALLAH SWT dan Kepada RasulNya Muhammad SAW. Semoga kisah singkat mengenai Rasul SAW ini, bisa memberikan inspirasi baru untuk anda, hingga ALLAH SWT memberikan Anda hidayah untuk bisa mengenal Rasul lebih dekat dan lebih jauh. Satu hal yang ingin saya sampaikan melalui artikel ini, bahwa sesaat anda mengenal siapa beliau dan apa yang telah beliau lakukan untuk hidup anda, maka seketika itu pula anda akan jatuh cinta kedalam palung cinta yang sangat dalam KepadaNya. Mari kita mulai mengenalnya, Siapa Dia sebenarnya ? Disini anda akan mengenalnya.  

Mengenal Sejarah Singkat Siapakah Rasulullah SAW  
Muḥammad selengkapnya Muḥammad bin Abdullah bin Abdul Mutthalib bin Hasyim (lahir di Mekkah, 20 April 570 – meninggal di Madinah, 8 Juni 632 pada umur 62 tahun) adalah seorang nabi dan rasul bagi umat Muslim. Ia memulai syiar Islam untuk seluruh umat manusia dan mewariskan pemerintahan tunggal Islam. Meski non-Muslim umumnya menganggap Muhammad sebagai pendiri Islam, dalam pandangan Muslim, Muhammad sama-sama menegakkan ajaran tauhid untuk mengesakan Allah sebagaimana yang dibawa nabi dan rasul sebelumnya sejak dari Nabi Nuh. Umat Muslim menyebut Muhammad dengan salam penghormatan "Shalallaahu 'Alayhi Wasallam" dan mengiringi dengan shalawat Nabi setiap nama Muhammad diperdengarkan.  

Lahir pada tahun 570 di Mekkah, Muhammad melewati masa kecil sebagai yatim piatu; ia dibesarkan di bawah asuhan pamannyaAbu Thalib. Beranjak remaja, Muhammad bekerja sebagai pedagang. Ia kadang-kadang mengasingkan diri ke gua sebuah bukithingga bermalam-malam untuk merenung dan berdoa; diriwayatkan dalam usia ke-40, Muhammad didatangi Malaikat Jibril dan menerima wahyu pertama dari Allah. Ia menyatakan dirinya sebagai utusan Allah, sebagaimana nabi-nabi yang telah Allah utus sebelumnya. Tiga tahun setelah wahyu pertama, Muhammad mulai berdakwah secara terbuka, menyatakan keesaan Allah dalam bentuk penyerahan diri melalui Islam sebagai agama yang benar. Muhammad menerima wahyu berangsur-angsur hingga kematiannya. Praktik atau amalan Muhammad diriwayatkan dalam hadits, dirujuk oleh umat Islam sebagai sumber hukum Islam bersama Al-Quran.  

Muhammad bersama pengikut awal mendapati berbagai bentuk perlawanan dan penyiksaan dari beberapa suku Mekkah. Seiring penganiayaan yang terus berlanjut, Muhammad membenarkan beberapa pengikutnya hijrah ke Habsyah, sebelum Muhammad memulai misi hijrah ke Madinah pada tahun 622. Peristiwa hijrah menandai awal penanggalan Kalender Hijriah dalam Islam. Di Madinah, Muhammad menyatukan suku-suku di bawah Piagam Madinah. Setelah delapan tahun bertahan atas serangan suku-suku Mekkah, Muhammad mengumpulkan 10.000 Muslim untuk mengepung Mekkah.   

Serangan tidak mendapat perlawanan berarti dan Muhammad mengambil alih kota dengan sedikit pertumpahan darah. Ia menghancurkan berhala-hala. Pada tahun 632, beberapa bulan setelah kembali ke Madinah usai menjalani Haji Wada, Muhammad jatuh sakit dan wafat. Muhammad meninggalkan Semenanjung Arab yang telah bersatu dalam pemerintahan tunggal Islam dan sebagian besar telah menerima Islam.  

Berikut ini akan dikisahkan 5 kisah yang sangat inspiratif dan sangat menyentuh. Anda ingin tahu apa yang dilakukan Rasul untuk hidup anda ? Ikuti kisahnya disini. 

1. Kisah Inspiratif Mengenal Malaikat Penjaga Arsy ALLAH SWT  
Berikut ini adalah sebuah kisah yang diangkat langsung dari sabda Nabi Besar Muhammad SAW. Kisah ini sungguh menggetarkan hati setiap umat, khususnya umat islam akan kebenaran dan KeMaha Besaran ALLAH SWT. Cerita ini memang cukup singkat, tapi mengandung makna yang sangat mendalam. 

Suatu hari Rasulullah SAW pernah bercerita seraya bersabda : Aku benar-benar telah melihat Arasy diatas 360.000 sendi. Sendi ini diibaratkan seperti tingkatan tingkatan langit. Jarak antar setiap sendi sejauh 300.000 tahun perjalanan cahaya. setiap satu sendinya memiliki 12.000 padang sahara, dan disetiap padang saharanya, terdapat 80.000 malaikat disetiap 1 padang sahara, padang sahara yg luasnya dari timur-barat, atau satu padang sahara itu luasnya di ibaratkan sama seperti bumi.  
  • 1 padang sahara = 80.000 malaikat  
  • 1 sendi = 12.000 padang sahara  
  • 1 sendi = 960.000.000 malaikat  
  • coba pikirkan, jadi kalau 360.000 sendi = 345.600.000.000.000 malaikat  

Bisahkah anda menyebutkan berapa jumlah seluruh malaikat yang bertugas menjaga Arsy tersebut ? Apakah anda tahu, untuk apa seluruh malaikat ini ditugaskan ALLAH SWT ?coba anda bayangkan, sebanyak itu malaikat penjaga ditugaskan hanya untuk membaca surat AL-IKHLAS setiap waktunya, dan setiap kali mereka selesai membaca surat Al Ikhlas secara berjama'ah.   

Mereka selalu berdo'a " Ya ALLAH, Barusan saja kami membaca surat Al Ikhlas secara berjama'ah. Kami mohon Ya ALLAH berikanlah pahala bacaan kami ini, kepada setiap manusia yang membaca surat al ikhlas dibumi. Sanggupkah anda membayangkan betapa pahalanya dikirimkan kepada setiap manusia yang membaca surat AL-IKHLAS. (sabda Rasulullah SAW)  

2. Kisah Inspiratif Surban Yang Terjatuh  
Suatu hari ketika terjadi peperangan antara kaum muslimin dengan yahudi dizaman Rasul, ada salah seorang sahabat yang berperang sambil mengalungkan surban dilehernya, saat didalam perkelahian yang hebat dengan kaum kafir, surban sahabat itupun tiba-tiba terjatuh.   

Tetapi sebelum surban itu menyentuh tanah, sahabat itu pun bersegera menangkap surban itu, sehingga surban itu berada dipelukannya dan tidak sempat menyentuh tanah. Ketika sahabat itu sedang memeluk dan memegang erat surban itu, kaum kafir merasa kebingungan sekaligus penasaran apa isi didalam surban itu.   

Merekapun mengambil paksa surban itu dari pelukan sahabat. Tapi sahabat tetap mempertahankan surban itu, pada akhirnya sahabat terjatuh dan dalam kondisi yang masih terus memeluk erat surban itu, ia pun terbunuh dalam peperangan itu dalam kondisi kepalanya hancur dan tubuhnya tercincang hanya demi menyelamatkan surban itu agar tidak menyentuh tanah.   

Setelah sahabat tersebut meninggal, lalu kaum kafir mengambil surban itu dari pelukan sahabat yang telah menjadi jenazah. Semakin penasaran kaum kafir ini ingin membuka isi dari surban tersebut. Dan setelah dibuka, Subahanallah…ternyata didalam surban itu tadi hanya ada sehelai rambut Nabi Besar Muhammad SAW.  

3. Kisah Inspiratif Lantai Arsy  
Tepatnya pada proses terjadinya Isra’ dan Mi’raj oleh Rasul SAW bersama Malaikat Jibril. Setelah menempuh perjalanan panjang mengintari penjuru langit, tibalah Rasul SAW bersama Malaikat Jibril di Sidratrul Muntaha Arsy.  

Saat mereka sampai dengan mengendarai buroq. Disinilah tepatnya terjadi moment yang cukup sacral, yang terjadi pada jibril khususnya. Bagaimana tidak, pada saat Rasul SAW turun dari buroq dan berdiri diatas lantai Arsy. Jibril pun bergetar dan menangis haru, sontak Rasul SAW bertanya kepada Jibril.  Kenapa jibril ? ada apa Jibril ? apa ada yang salah ?!! Tidak Rasul, aku hanya sedang mengagumiMu. Kenapa seperti itu Jibril, Jibril yang masih duduk diatas buroq “lalu mengatakan”. Jujur selama ini aku belum menemukan sosok yang lebih suci dari diriku. Karena Aku adalah Ruhul Qudus (Ruh yang Suci).  

Tapi Rasul ! hari ini aku, dengan mata kepalaku sendiri melihat bahwa ternyata Engkau adalah ciptaan yang jauh lebih suci dari pada diriku. Rasul dengan bingungnya balik bertanya ?, memangnya kenapa jibril ? Jibril menjawab ! seumur aku diciptakan Rasul, sekali belum pernah aku berani menjatuhkan kakiku di atas lantai Arsy ini. Karena sampai aku berani menginjakkan kakiku diatasnya, maka seketika itupula Ruhku akan terbakar. Karena aku Jibril AS belum terlalu suci untuk berdiri diatas lantai Arsy.  

Tapi Rasul ! kini engkau sedang berdiri diatasnya. Sungguh engkau benar – benar kekasih ALLAH SWT. Mendengar ucapan Jibril, Rasul pun menangis dan terus bersujud diatas lantai Arsy. Dan Jibril pun mengatakan, Engkau bukan ciptaan biasa Rasul. Welcome Home Nabi Besar Muhammad SAW.  
4. Kisah Inspiratif Pilihan Masuk Syurga  
Suatu hari Jibril sedang berdialog bersama Rasul SAW. Beginilah gambaran dialog yang mereka bicarakan :  

  • Jibril : Rasul, sekiranya kelak engkau akan masuk kedalam syurga ! kira – kira diantara 7 pintu syurga ini, pintu manakah yang pertama engkau pilih Rasul ?  
  • Rasul : Sambil tersenyum Rasul pun menjawab ! memangnya kenapa jibril ?  
  • Jibril : ndak ada apa - apa Rasul, Rasul tau gak. Semua Syurga itu nge fans sama dirimu Rasul. 
  • Rasul : Maksudnya ??  
  • Jibril : Begini Rasul, jika nanti engkau memilih lebih dulu masuk di pintu 7 maka 6 pintu yang lainnya akan merasa sedih. Begitupun dengan pintu – pintu yang lainnya.  
  • Rasul : Ketahuilah Jibril, dan catat apa yang akan saya katakan ini. Bahwa saya Rasul Muhammad SAW, saya belum akan masuk kedalam Syurga manapun. Sebelum saya memastikan kalau Umat – umat saya, sudah lebih dulu masuk kedalamnya. Saat semuanya sudah masuk, dan sudah tidak ada lagi yang tertinggal ! barulah saya akan masuk yang terakhir kedalam syurga.  


5. Kisah Inspiratif Pulang Sholat Subuh  
Suatu ketika rasul pulang setelah menunaikan ibadah sholat subuh bersama sahabatNya. Singkatnya setibanya dirumah, Rasulpun merasa lapar dan hendak sarapan pagi.  

Ketika Rasul membuka tudung saji diatas meja makan, Rasul tidak menemui satu makananpun. Mungkin karena begitu laparnya, Rasulpun melihat dan mencari makanan dilemari makan. Dalam hati Rasul, mungkin kalau tidak ada makanan yang sudah masak, yang mentah pun tidak apa – apa.  

Dan ternyata, yang mentah juga tidak ada. Pada saat yang bersamaan, istri Rasul merasa khawatir dan bertanya kepada Rasul. Mohon maaf Rasul saya belum masak, minta waktu sebentar biar saya kepasar untuk membeli bahan makan.  

Dengan tersenyum Rasul pun mengatakan, tidak usah repot – repot istriku. Kalau memang tidak ada makanan, ya sudah ! tidak apa – apa, Saya hari ini puasa saja. J itulah pelajaran penting yang dicontohkan Rasul, bahwa jangan sampai kita memberatkan orang lain.   


Demikian artikel motivasi mengenai Kumpulan Kisah Cerita Inspiratif Nabi Muhammad SAW Lengkap. Semoga menginspirasi anda, dan membuat anda lebih mencitai Rasulullah SAW, dan sudahlah tentu kita harus bersyukur sebagai umatnNya.   

Semoga kisah ini memberikan ilmu baru untuk anda bisa lebih mengenal siapakah Rasulullah SAW. Cobalah tanya kedalam diri anda, apa yang telah anda lakukan untuk membuktikan cinta anda kepadaNya ? Mari berlomba untuk mengenal dan lebih mencintaiNya, Nabi Besar Muhammad SAW.


Apabila artikel ini menarik menurut kamu, share dan bagikan lewat media sosial kamu agar teman-teman kamu juga mengetahuinya.

Tujuh Kisah Kesabaran dan Kedermawanan Nabi


“Muhammad itu bukanlah bapak dari seorang laki-laki yang ada diantara kamu, tetapi dia adalah rasulullah dan penutup para nabi. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu”
QS: Al-Ahzab ayat 40 (33:40) 

“Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui.” 
(QS. Saba’: 28) 

“Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.” 
(QS. Al-Anbiya’: 107) 

Nabi Muhammad saw adalah Nabi akhir zaman penutup para nabi yang di utus oleh Allah swt untuk mengajak dan membimbing manusia ke jalan yang di ridhai oleh Allah swt. Segala kebaikan dan kemulyaan telah dilimpahkan Allah swt kedalam diri pribadi Rasulullah saw`sehingga akhlak beliau menjadi panutan manusia sampai akhir zaman. Berikut adalah kisah-kisah tentang kedermawanan dan kesabaran Nabi semoga dapat menjadi pelajaran bagi kita semua. 

Kisah 1
Abu Hurairah RA bertutur: Suatu hari kami duduk bersama Rasulullah SAW di masjid. Apabila beliau berdiri, kami pun berdiri. Suatu hari, beliau berdiri, lalu kami pun bediri. Katika beliau sampai ke pertengahan masjid, tiba-tiba seorang laki-laki menarik mantel Rasulullah dengan keras, padahal mantelnya itu terbuat dari bahan yang kasar. Saking kerasnya, leher Rasulullah pun tampak memerah. 

Laki-laki berkata,”Wahai Muhammad, isikan kedua untaku dengan apa saja, karena kau tidak pernah membawa harta, baik dengan hartamu sendiri maupun dari harta bapakmu.” Rasaulullah saw menjawab,”Tidak, dan aku memohon ampun kepada Allah. Aku tidak akan memenuhi kedua untamu sehingga kau terlebih dahulu melepaskan tarikanmu dari leherku.” Laki-laki dusun itu berkata kembali: “Tidak, demi Allah, aku tidak akan melepaskannya sebelum kau memenuhi permintaanku.” Rasulullah saw lalu mengulang perkataannya tadi tiga kali. Namun, laki-laki itu tetap tidak mau melepaskan tarikannya. 

Begitu mendengar jawaban laki-laki dusun tadi, kami para sahabat segera bermaksud menghampiri laki-laki tersebut, namun Rasulullah segera berpaling kepada kami dan berkata: “Tolong semuanya, jangan mengubah posisi dan tempat laki-laki tersebut sampai aku memberikan izin.” Rasulullah saw lalu berkata kepada laki-laki saat itu: “Wahai fulan, penuhi unta laki-laki tadi dengan gandum, dan untanya yang satu lagi dengan kurma.” Setelah dipenuhi, Rasulullah bersabda: “Ayo bubarlah kalian.” (HR. Abu Daud) 

Kisah 2 
Anas bin Malik bertutur: Suatu hari aku berjalan bersama Rasulullah saw. Saat itu beliau memakai selimut dari daerah Najran yang ujungnya sangat kasar. Tiba-tiba ia ditemui seorang Arab dusun. Tanpa basa basi, laki-laki dusun itu langsung menarik selimut kasar Rasulullah itu keras-keras sehingga aku melihat bekas merah di pundak Rasulullah. 

Laki-laki dusun tersebut berkata, “Suruh orang-orangmu untuk memberikan harta Allah kepadaku yang kau miliki sekarang.” Rasulullah saw lalu berpaling kepada laki-laki tadi. Sambil tersenyum, beliau bersabda, “Berilah laki-laki ini makanan apa saja,’. (HR Bukhari) 

Kisah 3 
Jubair bin Muth’im bertutur, ketika ia bersama Rasulullah saw, tiba-tiba orang-orang mencegat beliau dan meminta dengan setengah memaksa sampai-sampai beliau disudutkan ke sebuah pohon berduri. 

Tiba-tiba salah seorang dari mereka mengambil mantelnya. Rasulullah saw berhenti sejenak dan berseru,”Berilah mantelku ini! Itu untuk menutup auratku. Seandainya aku mempunyai mantel banyak (lebih dari satu), tentu akan kubagikan pada kalian. (HR. Bukhari) 

Kisah 4 
Umar bin Khattab bercerita: Suatu hari seorang laki-laki datang menemui Rasulullah saw untuk meminta-minta, lalu beliau memberinya. Keesokan harinya, laki-laki itu datang lagi, Rasulullah juga memberinya. Keesokan harinya, datang lagi dan kembali meminta, Rasulullah pun memberinya Keesokan harinya, ia datang kembali untuk meminta-minta, Rasulullah lalu bersabda, “Aku tidak mempunyai apa-apa saat ini. Tapi, ambillah yang kau mau dan jadikan sebagai utangku. Kalau aku mempunyai sesuatu kelak, aku yang akan membayarnya.” 

Umar lalu berkata, “Wahai Rasulullah janganlah memberi diluar batas kemampuanmu.” Rasulullah saw tidak menyukai perkataan Umar tadi. Tiba-tiba, datang seorang laki-laki dari Anshar sambil berkata, “Ya Rasulullah, jangan takut, terus saja berinfak. Jangan khawatir dengan kemiskinan.” Mendengar ucapan laki-laki tadi, Rasulullah tersenyum, lalu beliau berkata kepada Umar, “Ucapan itulah yang diperintahkan oleh Allah kepadaku.” (HR Turmudzi)

Kisah 5 
Ummu Salamah, istri Rasulullah saw bercerita: Suatu hari Rasulullah saw masuk ke rumahku dengan muka pucat. Aku khawatir beliau sedang sakit. “Ya Rasulullah, mengapa wajahmu pucat begini?” tanyaku. 

Rasulullah menjawab,”Aku pucat begini bukan karena sakit, melainkan karena aku ingat uang tujuh dinar yang kita dapat kemarin sampai sore ini masih berada di bawah kasur dan kita belum menginfakkannya.” (HR Al-Haitsami dan hadistnya sahih) 

Kisah 6 
Aisyah berkata: Suatu hari, ketika sakit, Rasulullah saw menyuruhku bersedekah dengan uang tujuh dinar yang disimpannya di rumah. Setelah menyuruhku bersedekah, beliau lalu pingsan. Ketika sudah siuman, Rasulullah saw bertanya kembali: “Uang itu sudah kau sedekahkan?” “Belum, karena aku kemarin sangat sibuk,” jawabku Rasulullah bersabda, “Mengapa bisa begitu, ambil uang itu!”. 

Begitu uang itu sudah di hadapannya, Rasulullah saw lalu bersabda, “Bagaimana menurutmu seandainya aku tiba-tiba meninggal, sementara aku mempunyai uang yang belum kusedekahkan? Uang ini tidak akan menyelamatkan Muhammad seandainya ia meninggal sekarang, sementara ia mempunyai uang yang belum disedekahkan,”. (HR Ahmad)

Kisah 7 
Sahl bin Sa’ad bertutur: Suatu hari datang seorang perempuan menghadiahkan kepada Nabi saw sepotong syamlah yang ujungnya ditenun (syamlah adalah baju lapang yang menutup seluruh badan). Perempuan itu berkata, “ Ya Rasulullah, akulah yang menenun syamlah ini dan aku hendak menghadiahkan kepada Engkau.” Rasulullah saw pun sangat menyukai tersebut. Tanpa banyak kalam, beliau langsung mengambil dan memakainya dengan sangat gembira dan berterima kasih kepada wanita itu. Rasulullah saw betul-betul sangat membutuhkan dan menyukai syamlah tersebut. 

Tidak lama setelah wanita itu pergi, tiba-tiba datang seorang laki-laki meminta syamlah tersebut. Rasulullah pun memberikannya. Para sahabat yang lain lalu mengecam laki-laki tersebut. Mereka berkata, “Hai Fulan, Rasulullah saw sangat menyukai syamlah tersebut, mengapa kau memintanya? Kau kan tahu Rasulullah tidak pernah tidak memberi kalau diminta?” Laki-laki itu menjawab, “Aku memintanya bukan untuk dipakai sebagai baju, melainkan untuk kain kafanku nanti kalau aku meninggal”. Tidak lama kemudian, laki-laki itu meninggal dan syamlah tersebut menjadi kain kafannya. (HR Bukhari)

Semoga Tujuh Kisah di atas dapat menjadi bahan renungan dan menjadi pelajaran dalam hidup kita. Ahklak Nabi adalah sebaik-baik akhlak manusia dan akan menjadi contoh kepada sekalian manusia mulai dari dahulu sampai akhir zaman kelak. Semoga Allah SWT membimbing kita ke akhlak yang mulia yaitu akhlak kekasih-Nya Muhammad SAW, Amiin Ya Rabbal ‘Alamiin.


Apabila artikel ini menarik menurut kamu, share dan bagikan lewat media sosial kamu agar teman-teman kamu juga mengetahuinya.

Meneladani Akhlak Baginda Nabi Muhammad SAW

Mari kita baca dan renungkan bersama, semoga banyak hikmah yang bisa kita petik, sehingga kita bisa meneladani beliau.  

Kalau pakaian beliau terkoyak atau robek, Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam menambal dan menjahitnyanya sendiri tanpa perlu menyuruh isterinya. Beliau juga memerah susu kambing untuk keperluan keluarga maupun untuk dijual.  

Setiap kali beliau pulang ke rumah, bila dilihat tidak ada makanan yang sudah masak untuk dimakan, sambil tersenyum baginda menyingsing lengan bajunya untuk membantu istrinya di dapur. Sayyidatina ‘Aisyah rodliyallahu ‘anhaa menceritakan: ”Kalau Nabi berada di rumah, beliau selalu membantu urusan rumah tangga.  

Jika mendengar azan, beliau cepat-cepat berangkat ke masjid, dan cepat-cepat pulang kembali sesudah selesai sholat.  

Pernah Rasulullah pulang pada waktu pagi. Tentulah beliau amat lapar waktu itu. Tetapi dilihatnya tidak ada apa pun yang ada untuk di buat sarapan. Yang mentah pun tidak ada karena Sayyidatina ‘Aisyah rodliyallahu ‘anhaa belum ke pasar. Maka beliau shollallahu ‘alaihi wasallam bertanya, “Belum ada sarapan ya Khumaira?” (Khumaira adalah panggilan mesra untuk Sayidatina ‘Aisyah yang berarti ‘Wahai yang kemerah-merahan)  

Aisyah rodliyallahu ‘anhaa menjawab dengan merasa agak serba salah, “Belum ada apa-apa Yaa Rasulallah.” Rasulullah lantas berkata, ”Kalau begitu saya puasa saja hari ini.” tanpa sedikitpun tergambar rasa kesal di wajahnya.  

Pernah Rasulullah bersabda, “sebaik-baik lelaki adalah yang paling baik dan lemah lembut terhadap isterinya.”  

Subhaanallaah….Prihatin, sabar dan tawadhuknya Rasulullah sebagai kepala keluarga.  

Pada suatu ketika Rasulullah menjadi imam sholat. Dilihat oleh para sahabat, pergerakan beliau antara satu rukun ke satu rukun yang lain amat sukar sekali. Dan mereka mendengar bunyi kemerutuk seolah-olah sendi-sendi pada tubuh beliau yang mulia itu bergeser antara satu sama lain. Sahabat Umar yang tidak tahan melihat keadaan beliau itu langsung bertanya setelah selesai sholat :  

“Yaa Rasulallah, kami melihat seolah-olah tuan menanggung penderitaan yang amat berat, apakah anda sakit yaa Rasulallah?”  

“Tidak, ya Umar. Alhamdulillah, saya sehat dan segar” jawab beliau.  

Umar ra lalu bertanya kembali “Yaa Rasulallah… mengapa setiap kali baginda menggerakkan tubuh, kami mendengar seolah-olah sendi bergesekan di tubuh baginda? Kami yakin anda sedang sakit…” desak Umar penuh cemas.  

Akhirnya Rasulullah mengangkat jubahnya. Para sahabat amat terkejut. Perut baginda yang kempis, kelihatan dililiti sehelai kain yang berisi batu kerikil, buat menahan rasa lapar. Batu-batu kecil itulah yang menimbulkan bunyi-bunyi halus setiap kali bergeraknya tubuh baginda.  

“Yaa Rasulallah! Adakah bila baginda merasakan lapar dan tidak punya makanan, kami akan mendapatkannya buat baginda?” tanya sahabat.  

Lalu beliau menjawab dengan lembut dan senyum, ”Tidak para sahabatku. saya tahu, apa pun akan kalian korbankan demi Rasulmu. Tetapi apakah yang akan saya jawab di hadapan ALLAH nanti, apabila saya sebagai pemimpin, menjadi beban kepada umatnya?” 

“Biarlah kelaparan ini sebagai hadiah ALLAH buatku, agar umatku kelak tidak ada yang kelaparan di dunia ini lebih-lebih lagi tiada yang kelaparan di Akhirat kelak.”  

Subhanallaah…betapa cintanya beliau kepada umatnya…..sedang cinta kita kepada beliau? apakah kita sering ingat pada beliau? apakah kita sering membaca sholawat untuk beliau? apakah akhlak Rasulullah yang begitu lembut, santun, pemaaf, ikhlas dan tawadlu’ serta selalu menyentuh hati telah kita teladani?  

Baginda pernah tanpa rasa canggung sedikitpun makan di sebelah seorang tua yang penuh kudis, miskin dan kotor. Hanya diam dan bersabar saat kain surbannya diambil dengan kasar oleh seorang Arab Badwi hingga berbekas merah di lehernya.  

Dan dengan penuh rasa kehambaan baginda membasuh tempat yang dikencingi si Badwi di dalam masjid sebelum menegur dengan lembut perbuatan itu.  

Kecintaannya yang tinggi terhadap ALLAH TA’ALA dan rasa kehambaan dalam diri Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam yang tinggi menjadikan beliau seorang yang tawadlu’ yang tidak ingin dimuliakan.  

Anugerah kemuliaan dari ALLAH tidak dijadikan sebab untuk merasa lebih dari yang lain, ketika di depan umum maupun dalam kesendirian.  

Ketika pintu Surga telah terbuka, seluas-luasnya untuk baginda, baginda masih berdiri di waktu-waktu sepi malam hari, terus-menerus beribadah, hingga pernah baginda terjatuh, lantaran kakinya sudah bengkak-bengkak. Fisiknya sudah tidak mampu menanggung kemauan jiwanya yang tinggi.  

Bila ditanya oleh Sayyidatina ‘Aisyah rodliyallahu ‘anhaa, “Yaa Rasulallah, bukankah anda telah dijamin Surga? Mengapa anda masih bersusah payah begini?”  

Jawab baginda dengan lunak, “Yaa ‘Aisyah, bukankah saya ini hanyalah seorang hamba? Sesungguhnya saya ingin menjadi hamba-Nya yang bersyukur.”  

Rasulullah benar-benar sosok hamba yang sangat bersyukur kepada-Nya, beliau mensyukuri semua anugerah yang beliau terima dengan ibadah yang sungguh-sungguh...

Subhaanallaah…  

Renungan untuk kita, bagaimana ibadah kita, sudahkah sungguh-sungguh sebagaimana Rasulullah? atau masih jauh dari rasa sungguh-sungguh? ataukah masih merasa berat atau merasa terbebani dengan ibadah-ibadah yang Allah wajibkan pada kita? jawabannya ada di hati kita masing-masing, bila kita mau berfikir memang nikmat Allah pada kita banyak sehingga tidak mungkin kita menghitungnya, tapi sayang banyak manusia yang tidak mau memikirkan dan merenungkan nikmat-nikmat Allah yang telah diberikan-Nya, terutama nikmat IMAN dan ISLAM.  

Allah telah berfirman dalam QS. Al-Qolam ayat 4 yang terjemahnya “Dan sesungguhnya engkau (Muhammad) benar-benar berakhlak (berbudi pekerti) yang agung.”  

Sebagai seorang muslim sudah menjadi kewajiban kita mengidolakan dan meneladani akhlak Baginda Nabi Muhammad SAW, bukan sebaliknya kita lebih memilih idola dari luar negri yang belum tentu baik untuk kita. Mari kita mencoba berfikir kembali siapa yang menjadi panutan kita di dunia dan di akhirat.  

Demikian saabat dunia islam, sedikit yang kami bisa sampaikan tentang agungnya dan mulianya Rasulullah, tidak lupa kami sampaikan terima kasih kepada siapa yang menyempatkan waktu membaca dan share artikel ini.


Apabila artikel ini menarik menurut kamu, share dan bagikan lewat media sosial kamu agar teman-teman kamu juga mengetahuinya.

Kisah Inspirasi : Nabi Muhammad SAW & Pengemis Yahudi

Suatu hari Sahabat Abubakar RA berkunjung ke rumah anaknya yang juga Istri Nabi Aisyah RHA. Saat itu Nabi Muhammad SAW sudah tiada. Kepada Aisyah, Abubakar bertanya apakah kebiasaan yang biasa dilakukan Nabi, yang belum pernah dikerjakannya.   

Kepada ayahnya itu, Aisyah mengatakan semua sunnah Nabi sudah dilakukan, namun ada satu yang belum pernah dilakukan Abubakar. Kebiasaan Nabi yang luput dilakukan Abubakar itu adalah; setiap pagi Rasulullah SAW selalu pergi ke pasar kota Madinah dan membawakan makanan untuk seorang pengemis Yahudi di sana.  

Abubakar yang penasaran, keesokan harinya berniat melakukan kebiasaan Nabi itu. Dia pergi ke pasar dengan membawa makanan untuk diberikannya kepada pengemis Yahudi yang diceritakan Aisyah. Dia menemukan pengemis Yahudi itu disudut pasar. Ternyata pengemis Yahudi itu adalah seorang pengemis buta yang selalu berteriak menghina dan menghujat Rasulullah.   

Tiap hari pengemis itu berteriak lantang kepada orang-orang : "Wahai saudaraku jangan dekati Muhammad, dia itu orang gila, dia itu pembohong, dia itu tukang sihir, apabila kalian mendekatinya kalian akan dipengaruhinya". Hujatan itu selalu diteriakkan pengemis itu sepanjang hari.  

Melihat itu, Abubakar heran mengapa Nabi memberi makan orang yang menghinanya setiap hari. Namun Abubakar tetap mendatangi pengemis itu dan memberikan makanan. Dia ingin menirukan perbuatan baik yang dilakukan Nabi sebagaimana yang diceritakan Aisyah.   

Saat Abubakar mulai menyuapi, tiba-tiba pengemis itu marah sambil berteriak. Dia menanyakan siapa yang menyuapinya. Abubakar mengatakan dia adalah orang yang biasa menyuapi setiap hari. Namun pengemis buta itu tidak percaya. Meski Abubakar meyakinkan dirinya yang membawakan makanan setiap hari tetap saja pengemis itu tidak percaya.   

Pengemis Yahudi itu mengatakan yang biasa membawakan makanan dan menyuapinya jauh lebih lembut dan sabar dalam menyuapi. Pengemis itu berkata jika yang biasa menyuapinya datang, tidak susah tangan pengemis itu memegang, dan tidak susah pula mulutnya mengunyah.   

"Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapiku, tapi terlebih dahulu dihaluskannya makanan tersebut," ujarnya. Orang yang biasa datang itu juga sangat sabar membantu makan sampai selesai dan kenyang.  Mendengar hal itu Abubakar pun menangis. Dia terharu dengan kebaikan Nabi yang meski dihujat tetap memberikan makanan dengan sangat baik kepada pengemis yang menghujatnya. Lalu Abubakar mengatakan pada pengemis itu bahwa dirinya memang bukan orang yang biasa datang.   

Dia mengatakan bahwa dirinya hanya salah satu dari sahabat orang yang biasa datang, dia datang menggantikan karena orang yang biasa datang itu telah meninggal.  

Kemudian Abubakar memberitahu pengemis itu bahwa orang yang biasa datang itu adalah Nabi Muhammad yang selalu dihujat pengemis itu. Pengemis Yahudi itu pun kaget dan menangis. Dia mengaku malu dan tidak menyangka orang yang selalu dihujatnya adalah Rasulullah, orang yang setiap hari memberinya makan dan menyuapinya dengan lembut dan sabar.  

Pengemis itu pun tersentuh dengan kemuliaan Nabi dan mengaku menyesal atas perbuatannya selama ini. Di hadapan Abubakar dia pun menyatakan masuk Islam dan bersyahadat bahwa; tiada Tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad adalah utusan Allah.  

Kisah Nabi dan orang Yahudi itu adalah salah satu kisah dalam perjalanan hidup Nabi yang paling membekas di ingatan saya. Saya pertama kali mendengar cerita itu saat mengaji dulu. Kisah itu juga termasuk salah satu kisah hidup Nabi yang popular dan banyak ditulis dan dijadikan cerita di mana-mana.  

Apa yang dilakukan Nabi itu adalah sebuah teladan baik yang tidak hanya layak dilakukan umat Islam, tetapi juga oleh manusia pada umumnya. Namun apa yang terjadi di sekitar kita akhir-akhir ini sangat jauh dengan apa yang dicontohkan Nabi itu. Saya heran dan tak habis pikir mengapa akhir-akhir ini banyak orang mengaku pengikut Nabi Muhammad, mengaku umat Rasulullah namun perbuatannya sangat jauh dari teladan Nabi.   

Orang-orang yang mengaku pengikut nabi ini selalu meneriakkan kebencian kepada Yahudi juga kepada agama lain. Bahkan sering pula kepada sesama umat Islam namun berbeda pandangan. Padahal dari kisah Nabi sangat jelas dicontohkan, Nabi tidak pernah benci kepada orang Yahudi. Bahkan Nabi memberikan makan dan menyuapinya meski dihujat oleh orang Yahudi itu.   

Sekarang, orang yang mengaku pengikut Nabi tidak segan memukul dan membunuh orang yang berbeda keyakinan. Mereka selalu melakukan kekerasan atas nama agama. Kelakuan mereka ini sangat kontras dengan apa yang diteladankan nabi. Jika Nabi bisa membuat orang memeluk Islam dengan cara memberikan contoh teladan sifat mulia, orang-orang yang mengaku pembela agama Nabi saat ini justru membuat orang antipati terhadap Islam karena perbuatan tercela mereka.  

Maka tak berlebihan kalau saya mempertanyakan apakah mereka ini memahami ajaran Nabi dan meneladani sikapnya. Tak berlebihan pula jika saya mempertanyakan apakah mereka memahami Islam, ajaran Allah yang dibawa oleh Rasulullah.   

Kepada mereka, kepada orang-orang ini, saya sarankan ada baiknya kembali membaca dan mempelajari teladan Nabi, seperti kisah Nabi dan orang Yahudi di atas. Nabi dalam kehidupannya selalu meneladankan bahwa agama yang dibawanya bukanlah agama yang mengancam dan meresahkan.   

Islam sebagaimana diajarkan Nabi adalah agama yang melindungi dan mengayomi. Agama yang rahmatan lil alamin, rahmat bagi sekalian alam, bukan hanya rahmat bagi umat muslim saja, tapi rahmat bagi semua manusia, semua ciptaan dan alam semesta.


Apabila artikel ini menarik menurut kamu, share dan bagikan lewat media sosial kamu agar teman-teman kamu juga mengetahuinya.