Saat ini Indonesia telah memiliki 34 Provinsi, yang terbaru adalah Provinsi Kalimantan Utara dengan Ibukota Tanjung Selor.
Berikut Daftar Nama 34 Provinsi Di Indonesia Lengkap Beserta Ibukotanya:
Pulau Sumatera adalah pulau besar dibagian barat wilayah Indonesia. Pulau besar ini terbagi menjadi 10 provinsi, 2 diantaranya adalah provinsi baru hasil pemekaran, dan 10 provinsi di Pulau Sumatera dan ibukotanya adalah sebagai berikut :
1. Provinsi Nangroe Aceh Darussalam beribukota di Banda Aceh.
2. Provinsi Sumatera Utara beribukota di Medan.
3. Provinsi Sumatera Barat beribukota di Padang.
4. Provinsi Riau (Daratan) beribukota di Pekanbaru.
5. Provinsi Kepulauan Riau beribukota di Tanjung Pinang.
6. Provinsi Jambi beribukota di Jambi.
7. Provinsi Sumatera Selatan beribukota di Palembang.
8. Provinsi Bangka Belitung beribukota di Pangkal Pinang.
9. Provinsi Bengkulu yang beribukota di Bengkulu.
10. Provinsi Lampung beribukota di Bandar Lampung.
Pulau Jawa merupakan tempat pusat pemerintahan negara Republik Indonesia, yaitu di DKI Jakarta. Pulau Jawa memiliki 6 propinsi, dua diantaranya adalah Daerah Khusus Ibukota dan Daerah Istimewa. Dan keenam provinsi tersebut beserta ibukotanya adalah :
11. Provinsi DKI Jakarta beribukota di Jakarta.
12. Provinsi Jawa Barat beribukota di Bandung.
13. Provinsi Banten beribukota di Serang.
14. Provinsi Jawa Tengah beribukota di Semarang.
15. Provinsi DI Yogyakarta beribukota di Yogyakarta.
16. Provinsi Jawa Timur beribukota di Surabaya.
Pulau Bali dan Nusa Tenggara serta pulau-pulau disekitarnya dikenal sebagai pulau-pulau yang indah yang bisa menarik minat turis-turis domestik dan mancanegara untuk berkunjung. Pulau Bali dan Nusa Tenggara dibagi menjadi tiga provinsi sebagai berikut :
17. Provinsi Bali beribukota di Denpasar.
18. Provinsi Nusa Tenggara Barat beribukota di Mataram.
19. Provinsi Nusa Tenggara Timur beribukota di Kupang.
Pulau Kalimantan merupakan pulau terbesar di Indonesia, ada tiga negara dipulau ini yaitu Indonesia, Malaysia bagian timur dan Brunei Darussalam. Untuk Indonesia sendiri, Pulau Kalimantan terbagi menjadi lima provinsi besar, yaitu sebagai berikut :
20. Provinsi Kalimantan Barat beribukota di Pontianak.
21. Provinsi Kalimantan Tengah beribukota di Palangkaraya.
22. Provinsi Kalimantan Selatan beribukota di Banjarmasin.
23. Provinsi Kalimantan Timur beribukota di Samarinda.
24. Provinsi Kalimantan Utara beribukota di Tanjung Selor.
Pulau Sulawesi merupakan pulau yang memiliki keunikan tersendiri untuk flora dan faunanya, karena kekhasannya dan berbeda dengan flora dan fauna yang ada di Indonesia bagian barat dan timur. Pulau Sulawesi membagi wilayahnya menjadi 6 provinsi, yaitu :
25. Provinsi Sulawesi Utara beribukota di Manado.
26. Provinsi Sulawesi Barat beribukota di Mamuju.
27. Provinsi Sulawesi Tengah beribukota di Palu.
28. Provinsi Sulawesi Tenggara beribukota di Kendari.
29. Provinsi Sulawesi Selatan beribukota di Makassar.
30. Provinsi Gorontalo beribukota di Gorontalo.
Kepulauan Maluku dan Papua merupakan gugusan kepulauan yang sangat cantik yang berada diujung timur Indonesia yang berbatasan langsung dengan Samudera Pasifik. Kepulauan Maluku terbagi menjadi dua provinsi begitu juga Pulau Papua yang terbagi atas dua provinsi, yaitu :
31. Provinsi Maluku beribukota di Ambon.
32. Provinsi Maluku Utara beribukota di Ternate.
33. Provinsi Papua Barat beribukota di Manokwari.
34.Provinsi Papua beribukota di Jayapura.
Demikianlah artikel tentang Daftar Nama 34 Provinsi Di Indonesia Lengkap Beserta Ibukotanya. Semoga dapat menambah wawasan untuk kita semua sebagai warga NKRI atau Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Tampilkan postingan dengan label Ilmu Pelajaran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ilmu Pelajaran. Tampilkan semua postingan
Jumat, 11 Desember 2015
Senin, 24 Desember 2012
Kingdom Plantae (Dunia Tumbuhan)
Kingdom plantae merupakan makhluk hidup yang sudah dapat dibedakan antara akar, batang dan daun (kormophyta). Para ahli membagi dunia tumbuhan menjadi 2 kelompok yaitu tumbuhan non vaskuler (tumbuhan tak berpembuluh) dan tumbuhan vaskuler (tumbuhan berpembuluh).
Tumbuhan non vaskuler
artinya tumbuhan yang belum memiliki pembuluh. Pembuluh dalam materi sma
biologi ini merupakan jaringan yang tersusun atas sel sel yang dihubungkan satu
sama lain yang berfungsi mengangkut air dan zat-zat hara ke seluruh tubuh
tumbuhan.
Jenis tumbuhan yang termasuk dalam tumbuhan non vaskuler ini
adalah kelompok tumbuhan lumut (Bryophyta).
Tumbuhan vaskuler
artinya tumbuhan yang sudah memiliki pembuluh. Pembuluh dalam materi sma
biologi ini merupakan jaringan yang tersusun atas sel sel yang dihubungkan satu
sama lain yang berfungsi mengangkut air dan zat-zat hara ke seluruh tubuh
tumbuhan. Ada 2 pembuluh inti dalam tumbuhan yaitu xylem (pembuluh kayu) dan floem
(pembuluh tapis). Xylem berfungsi
untuk mengangkut air dan garam mineral dari akar ke daun, terdiri dari sel-sel
mati. Sedangkan floem berfungsi untuk
mengangkut hasil fotosintesis dari daun ke seluruh tubuh tumbuhan, terdiri dari
sel-sel hidup.
Jenis tumbuhan yang termasuk dalam tumbuhan vaskuler ini
adalah Tumbuhan paku (Pteridophyta)
dan Tumbuhan berbiji (Spermatophyta).
Dalam materi biologi SMA, kingdom plantae (dunia tumbuhan) terbagi
menjadi 3 devisio. Untuk lebih jelasnya silahkan klik link dibawah ini untuk
masing masing pokok bahasan.
2.
Pteridophyta(Tumbuhan paku) : Tumbuhan vaskuler
3.
Spermatophyta(Tumbuhan biji) : Tumbuhan vaskuler
Kingdom plantae (Dunia Tumbuhan) mempunyai banyak manfaat bagi kehidupan manusia.
Kingdom Animalia (Dunia Hewan)
Pada bab ini, Anda akan diperkenalkan pada kelompok-kelompok dari kingdom Animalia yang beraneka ragam. Anggota kingdom animalia ini merupakan organisme penguasa berbagai ekosistem di bumi. Mereka juga merupakan karnivora yang menempati tingkat trofik atas. Beberapa hewan merupakan sahabat terdekat manusia yang dibesarkan dan dipelihara manusia.
Pertanyaan yang timbul adalah : Bagaimanakah klasifikasi kingdom Animalia? Adakah peran positif kingdom Animalia terhadap kehidupan manusia? Untuk itu, simaklah bab ini untuk menjawab pertanyaan seputar kingdom Animalia.
Sebelum menginjak ke sesuatu yang lebih sacral, alangkah
lebih baiknya kita mempelajari terlebih dahulu
mengenai ciri ciri umum kingdom
Animalia. Berikut merupakan ciri –
ciri dari kingdom animalia.
·
Makhluk hidup multiseluler dan Eukariotik
·
Memperoleh makanan secara heterotrof (tidak bisa
membuat makanan sendiri)
·
Memerlukan oksigen
·
Bergerak aktif dan tidak mempunyai dinding sel
·
Reproduksi secara seksual, pada beberapa filum
secara aseksual
·
Bentuk dewasanya selalu diploid (2n)
Setelah tahu tentang ciri
ciri kingdom animalia, sekarang berlanjut ke pengelompokan / klasifikasi kingdom animalia.
Secara umum dalam Materi
Biologi SMA Rembang, kingdom
animalia (Dunia Hewan) di kelompokkan menjadi 2 kelompok besar berdasarkan ada tidaknya tulang belakang yaitu : Hewan Tidak Bertulang Belakang (Invertebrata) dan Hewan Bertulang Belakang (Vertebrata). Kemudian dari masing-masing
kelompok akan di pelajari beberapa filum yang termasuk dalam kelompok tersebut.
Berikut penjabarannya.
1. Hewan Tidak Bertulang Belakang (
Invertebrata )
Invertebrata adalah hewan yang
tidak mempunyai tulang belakang dan susunan sarafnya terletak di bawah saluran
pencernaan. Invertebrata yang akan di pelajari dalam materi Biologi SMA disini ada delapan filum, yaitu :
- Phylum Porifera (Hewan Berpori)
- Phylum Coelenterata (Hewan Berongga)
- Phylum Platyhelminthes (Cacing Pipih)
- Phylum Nemathelmintes (Cacing Gilig/ Benang)
- Phylum Annelida (Cacing Gelang/ Cincin)
- Phylum Mollusca (Hewan Lunak)
- Phylum Echinodermata (Hewan Berkulit Duri)
- Phylum Arthropoda (Hewan Berbuku Buku)
2. Hewan Bertulang Belakang ( Vertebrata )
Vertebrata adalah hewan yang
mempunyai tulang belakang. Tulang belakang adalah tulang yang beruas-ruas dan
berderet dari leher sepanjang punggung sampai ekor. Sumsum tulang belakang yang
terdapat dalam ruas-ruas tulang belakang dan otak merupakan susunan saraf
pusat. Kelompok vertebrata pada umumnya masuk dalam Phylum Chordata, tetapi ada juga Phylum chordata yang masuk dalam invertebrata. Akan tetapi di Materi Biologi SMA hanya akan menjelaskan beberapa klasifikasi dari phylum chordata yang mempunyai tulang belakang.
Berdasarkan penutup tubuh, alat gerak dan cara berkembang biak Vertebrata dibedakan menjadi lima
kelompok, yaitu :
- Pisces (Ikan)
- Amphibia (Katak)
- Reptilia (Hewan Melata)
- Aves (Burung)
- Mamalia (Hewan Menyusui)
* Untuk penjelasan masing masing kelompok dari invertebrata dan
vertebrata, silahkan di klik Filum atau Kelompok yang di inginkan.
Seperti halnya kingdom plantae (Dunia Tumbuhan), Kingdom
animalia (Dunia Hewan) juga sangat berperan
penting dalam kehidupan manusia.
Ekosistem
Ekosistem merupakan kesatuan fungsional antara makhluk hidup dengan lingkungannya yang di dalamnya terdapat hubungan dan interaksi yang sangat erat dan saling memengaruhi. Jika rekan rekan berminat untuk mempelajari ekosistem lebih dalam, rekan rekan semua bisa mempelajari ilmu Ekologi, yaitu Ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya dalam suatu ekosistem.
Berikut saya bahas Ekosistem
dalam beberapa Sub Bab.
- Komponen Penyusun Ekosistem
- Satuan satuan dalam Ekosistem
- Interaksi Antar Komponen Ekosistem
- Rantai Makanan dan Jaring-Jaring Makanan
- Piramida Ekologi (Piramida Makanan)
- Aliran Energi
- Daur Biogeokimia
- Suksesi
- Tipe-Tipe Ekosistem
Pencemaran Lingkungan dan Upaya Pelestariannya
Pada Bab ini kita akan membahas pencemaran lingkungan dan upaya pelestariannya. Kebanyakan pada bab ini sudah dipelajari saat kita berada di SMP. Jadi pada kesempatan kali ini kita akan mengingat-ingat sedikit demi sedikit. Berikut adalah materi sub bab yang akan dipelajari.
1.
Keseimbangan Lingkungan dan Perubahan
Lingkungan
Keseimbangan Lingkungan
Perubahan Lingkungan
Faktor-faktor penyebab gangguan keseimbangan Lingkungan
2.
Pencemaran Lingkungan
Pencemaran menurut tempat terjadinya
Pencemaran menurut bahan pencemarnya
Pencemaran menurut tingkat pencemaran
3.
Pelestarian Lingkungan
Etika lingkungan
Pengelolaan lingkungan hidup
4.
Jenis-Jenis Limbah dan Pemanfaatan Limbah
Jenis-jenis limbah
Daur ulang dan pemanfaatan limbah
Usaha
mengurangi limbah dalam kehidupan sehari-hari
KEANEKARAGAMAN HAYATI
Oleh Mustahib, S.Pd.Si.
Apabila Anda mendengar kata “Keanekaragaman”, dalam pikiran anda mungkin akan terbayang kumpulan benda yang bermacam-macam, baik ukuran, warna, bentuk, tekstur dan sebagainya. Bayangan tersebut memang tidak salah. Kata keanekaragaman memang untuk menggambarkan keadaan bermacam-macam suatu benda, yang dapat terjadi akibat adanya perbedaan dalam hal ukuran, bentuk, tekstur ataupun jumlah. Sedangkan kata “Hayati” menunjukkan sesuatu yang hidup. Jadi keanekaragaman hayati menggambarkan bermacam-macam makhluk hidup (organisme) penghuni biosfer.
Keanekaragaman hayati disebut juga “Biodiversitas”. Keanekaragaman atau keberagaman dari makhluk hidup dapat terjadi karena akibat adanya perbedaan warna, ukuran, bentuk, jumlah, tekstur, penampilan dan sifat-sifat lainnya. Sedangkan keanekaragaman dari makhluk hidup dapat terlihat dengan adanya persamaan ciri antara makhluk hidup. Untuk memahami konsep keseragaman dan keberagaman makhluk hidup pergilah Anda ke halaman sekolah. Amati lingkungan sekitarnya! Anda akan menjumpai bermacam-macam tumbuhan dan hewan. Jika Anda perhatikan tumbuhan-tumbuhan itu, maka Anda akan menemukan tumbuhan-tumbuhan yang berbatang tinggi, misalnya: palem, mangga, beringin, kelapa. Dan yang berbatang rendah, misalnya: cabe, tomat, melati, mawar dan lain-lainnya. Ada tumbuhan yang berbatang keras, dan berbatang lunak. Ada yang berdaun lebar, tetapi ada pula yang berdaun kecil, serta bunga yang berwarna-warni. Begitu pula Anda akan menemukan tumbuhan-tumbuhan yang memiliki kesamaan ciri seperti: tulang daun menyirip atau sejajar, sistem perakaran tunggang atau serabut, berbiji tertutup atau terbuka, mahkota bunga berkelipatan 3 atau 5 dan lain-lain.
Begitu pula pada hewan-hewan yang Anda temukan, terdapat hewan-hewan yang bertubuh besar seperti kucing, sapi, kerbau, dan yang bertubuh kecil seperti semut serta kupu-kupu. Ada hewan berkaki empat, seperti kucing. Berkaki dua seperti ayam. Berkaki banyak seperti lipan dan luwing. Juga akan tampak burung yang memiliki bulu dan bersayap.
Di samping itu, Anda juga akan menemukan hewan yang hidupnya di air seperti: ikan mas, lele, ikan gurame. Dan hewan-hewan yang hidup di darat seperti kucing, burung dan lain-lain. Ada hewan yang tubuhnya ditutupi bulu seperti burung, ayam. Ada yang bersisik seperti ikan gurame, ikan mas, dan ada pula yang berambut seperti kucing, kelinci dan lain-lain.
Dari hasil pengamatan atau observasi di halaman sekolah, Anda telah menemukan adanya keseragaman dan keberagaman pada makhluk hidup.
Untuk lebih memahami uraian diatas, cobalah Anda kerjakan kegiatan praktikum berikut:
1. TINGKAT KEANEKARAGAMAN HAYATI
Keanekaragaman hayati tidak saja terjadi antar jenis, tetapi dalam satu jenis pun terdapat keanekaragaman. Adanya perbedaan warna, bentuk, dan ukuran dalam satu jenis disebut variasi.
Untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang tingkatan keanekaragaman hayati, simak uraiannya berikut ini:
1. Keanekaragaman Hayati Tingkat Gen
Apa yang dimaksud dengan keanekaragaman hayati tingkat gen? Untuk menemukan jawaban ini, cobalah amati tanaman bunga mawar. Tanaman ini memiliki bunga yang berwarna-warni, dapat berwarna merah, putih atau kuning. Atau pada tanaman mangga, keanekaragaman dapat Anda temukan antara lain pada bentuk buahnya, rasa, dan warnanya.
Demikian juga pada hewan. Anda dapat membandingkan ayam kampung, ayam hutan, ayam ras, dan ayam lainnya. Anda akan melihat keanekaragaman sifat antara lain pada bentuk dan ukuran tubuh, warna bulu dan bentuk pial (jengger).
Keanekaragaman warna bunga pada tanaman mawar. Bentuk, rasa, warna pada buah mangga, serta keanekaragaman sifat, warna bulu dan bentuk pial pada ayam, ini semua disebabkan oleh pengaruh perangkat pembawa sifat yang disebut dengan gen. Semua makhluk hidup dalam satu spesies/jenis memiliki perangkat dasar penyusun gen yang sama. Gen merupakan bagian kromosom yang mengendalikan ciri atau sifat suatu organisme yang bersifat diturunkan dari induk/orang tua kepada keturunannya.
Gen pada setiap individu, walaupun perangkat dasar penyusunnya sama, tetapi susunannya berbeda-beda bergantung pada masing-masing induknya. Susunan perangkat gen inilah yang menentukan ciri atau sifat suatu individu dalam satu spesies.
Apa yang menyebabkan terjadinya keanekaragaman gen? Perkawinan antara dua individu makhluk hidup sejenis merupakan salah satu penyebabnya. Keturunan dari hasil perkawinan memiliki susunan perangkat gen yang berasal dari kedua induk/orang tuanya. Kombinasi susunan perangkat gen dari dua induk tersebut akan menyebabkan keanekaragaman individu dalam satu spesies berupa varietas-varietas (varitas) yang terjadi secara alami atau secara buatan.
Keanekaragaman yang terjadi secara alami adalah akibat adaptasi atau penyesuaian diri setiap individu dengan lingkungan, seperti pada rambutan. Faktor lingkungan juga turut mempengaruhi sifat yang tampak (fenotip) suatu individu di samping ditentukan oleh faktor genetiknya (genotip). Sedangkan keanekaragaman buatan dapat terjadi antara lain melalui perkawinan silang (hibridisasi), seperti pada berbagai jenis mangga.
Sistem Kekebalan Tubuh Spesifik
Sistem Kekebalan Tubuh Spesifik- Sistem Kekebalan Tubuh Spesifik merupakan pertahanan tubuh terhadap patogen tertentu yang masuk ke dalam tubuh. Sistem Kekebalan Tubuh Spesifik bekerja apabila patogen telah berhasil melewati sistem pertahanan tubuh nonspesifik. SSistem Kekebalan Tubuh Spesifik ini biasa disebut dengan sistem kekebalan tubuh yang merupakan garis pertahanan ketiga dari tubuh. Pertahanan tubuh nonspesifik pada permukaan tubuh disokong oleh pertahanan tubuh spesifik atau sistem kekebalan tubuh (imunitas) yang memiliki kekuatan yang lebih besar menghadapi penyerang (patogen) tertentu. Pertahanan tubuh spesifik ini dipicu oleh antigen (antibody generating), zat asing yang menjadi bagian permukaan virus, bakteri, atau patogen lain. Semua zat asing yang memicu sistem kekebalan tubuh disebut antigen. Antigen dapat berupa karbohidrat, lemak, atau protein. Sistem tubuh memiliki ciri-ciri khusus (spesifik), yaitu mengingat dan mengenali mikroba patogen atau zat asing. Sistem kekebalan tubuh memiliki kemampuan untuk mengenali dan menghancurkan patogen dan zat asing tertentu. Sistem kekebalan tubuh bereaksi terhadap antigen tertentu dengan mengaktifkan sel limfosit dan memproduksi protein khusus yang disebut antibodi.
Selain pada mikroorganisme patogen, antigen terdapat juga pada zat asing seperti kulit atau jaringan hasil cangkok organ. Sistem kekebalan tubuh mampu mengingat antigen yang pernah menyerang dan telah mempersiapkan diri lebih baik dan efektif jika patogen tersebut menyerang kembali. Hal ini menjelaskan mengapa jika kita telah terkena penyakit cacar sewaktu kecil, kita tidak akan terkena lagi di kemudian hari (Gambar 11.5).
Setelah terkena penyakit cacar air, kemungkinan besar kita tidak akan terserang kembali.
Sistem kekebalan tubuh dapat membedakan
molekul atau sel tubuh dari molekul asing (antigen). Antigen dalam darah
yang akan membedakan golongan darah,
tidak berbahaya bagi tubuh pemiliknya. Akan tetapi, jika antigen darah
tersebut disuntikkan kepada orang lain, antibodi individu tersebut akan
bereaksi. Kelainan mekanisme ini berakibat fatal dan menyebabkan
kelainan yang disebut autoimunitas.
Kekebalan tubuh yang diperoleh setelah pulih dari infeksi penyakit disebut kekebalan aktif (active immunity). Disebut demikian karena kekebalan tubuh ini bergantung pada respons kekebalan tubuh orang tersebut. Adapun kekebalan pasif diperoleh
dengan memberikan antibodi dari seseorang yang telah kebal, kepada
orang lain. Kekebalan aktif terjadi jika kita pulih dari penyakit,
seperti cacar, tetanus,
atau campak. Tubuh akan memproduksi antibodi yang berguna menghancurkan
mikroba patogen jika mereka menyerang kembali. Kekebalan aktif ini
dikenal dengan kekebalan aktif alami. Adapun kekebalan aktif buatan didapatkan
dengan menyuntikkan antigen bakteri yang tidak aktif, mikroba mati,
atau mikroba yang dilemahkan. Cara ini dikenal dengan vaksinasi.
Dengan vaksinasi, kekebalan orang
tersebut akan aktif membentuk antibodi layaknya orang yang telah terkena
penyakit yang disebabkan antigen tersebut. Kekebalan tubuh pasif
contohnya terjadi pada bayi yang diberikan air susu pertama (kolostrum)
oleh ibunya. Di dalam kolostrum terkandung berbagai macam antibodi ibu
yang melindungi bayi dari penyakit. Meskipun hanya bertahan untuk
beberapa minggu, namun cukup untuk bayi hingga sistem kekebalan tubuhnya
bekerja dengan baik. Kekebalan tubuh pasif juga dapat dilakukan dengan
memberikan antibodi orang yang telah kebal kepada orang yang sakit.
Contohnya, pada penyakit rabies. Respons sistem kekebalan tubuh terhadap
kehadiran antigen dapat dibedakan atas dua cara, yaitu imunitas humoral
dan imunitas seluler. Apa perbedaannya? Bagaimana cara kerjanya?
Pelajarilah materi berikut.
1. Imunitas Humoral
Imunitas humoral menghasilkan pembentukan antibodi yang disekresikan oleh sel limfosit B. Antibodi ini berada dalam plasma darah dan cairan limfa (dahulu disebut cairan humor) dalam bentuk protein. Pembentukan
antibodi ini dipicu oleh kehadiran antigen. Antibodi secara spesifik
akan bereaksi dengan antigen. Spesifik, berarti antigen A hanya akan
berekasi dengan dengan antibodi A, tidak dengan antibodi B. Antibodi
umumnya tidak secara langsung menghancurkan antigen yang menyerang.
Namun, pengikatan antara antigen dan antibodi merupakan dasar dari kerja
antibodi dalam kekebalan tubuh. Terdapat beberapa cara antibodi
menghancurkan patogen atau antigen, yaitu netralisasi, penggumpalan, pengendapan, dan pengaktifan sistem komplemen (protein komplemen). Perhatikan Gambar 11.6.
Beberapa cara antibodi menghancurkan patogen atau antibodi
Netralisasi terjadi jika antibodi
memblokir beberapa tempat antigen berikatan dan membuatnya tidak aktif.
Antibodi menetralkan virus dengan menempel pada tempat yang seharusnya
berikatan dengan sel inang. Selain itu, antibodi menetralkan bakteri
dengan menyelimuti bagian beracun bakteri dengan antibodi. Hal tersebut
menetralkan racun bakteri sehingga sel fagosit dapat mencerna bakteri
tersebut. Penggumpalan (aglutinasi) bakteri, virus, atau sel patogen
lain oleh antibodi merupakan salah satu cara yang cukup efektif. Hal ini
dapat dilakukan karena antibodi memiliki minimal dua daerah ikatan (binding site).
Cara ini memudahkan sel fagosit menangkap sel-sel patogen tersebut.
Cara ketiga mirip dengan penggumpalan. Pengendapan dilakukan pada
antigen terlarut oleh antibodi. Hal ini untuk membuat antigen terlarut
tidak bergerak dan memudahkan ditangkap oleh sel fagosit. Cara terakhir
merupakan perpaduan antara antibodi dan sistem komplemen. Antibodi yang
berikatan dengan antigen akan mengaktifkan sistem komplemen (protein
komplemen) untuk membentuk luka atau pori pada sel mikroba patogen.
Pembentukan luka atau pori ini menyebabkan luka atau pori pada sel
mikroba patogen. Pembentukan luka atau pori ini menyebabkan lisozim
dapat masuk dan sel patogen tersebut akan hancur (lisis).
2. Imunitas Seluler
Imunitas seluler bergantung pada peran
langsung sel-sel (sel limfosit) dalam menghancurkan patogen. Setelah
kontak pertama dengan sebuah antigen melalui makrofag, sekelompok
limfosit T tertentu dalam jaringan limfatik akan membesar diameternya.
Setelah itu, berkembang biak dan berdiferensiasi menjadi beberapa sub
populasi. Sub populasi tersebut, antara lain sel T sitotoksik (cytotoxic T cell), sel T penolong (helper T cell), sel T supressor (supressor T cell), dan sel T memori (memory T cell).
Tugas utama imunitas seluler adalah
untuk menghancurkan sel tubuh yang telah terinfeksi patogen, misalnya
oleh bakteri atau virus. Bakteri atau virus yang telah menyerang sel
tubuh akan memperbanyak diri dalam sel tubuh tersebut. Hal ini tidak
dapat dilakukan oleh antibodi tubuh. Sebenarnya hanya sel T sitotoksik
saja yang dapat menghancurkan sel yang terinfeksi. Sel yang terinfeksi
memiliki antigen asing milik virus atau bakteri yang menyerangnya. Sel T
sitotoksik membawa reseptor yang dapat berikatan dengan antigen sel
terinfeksi. Setelah berikatan dengan sel yang terinfeksi, sel T
sitotoksik menghasilkan protein perforin yang dapat melubangi membran sel terinfeksi. Dengan adanya lubang, enzim sel T dapat masuk dan menyebabkan kematian pada sel terinfeksi beserta patogen yang menyerangnya (Gambar 11.7).
3. Antibodi
Antibodi merupakan protein. Antibodi
berikatan dengan protein yang lainnya (antigen) yang ditemukan di dalam
tubuh. Molekul protein pada permukaan bakteri atau virus berperan
sebagai antigen. Antibodi merupakan bagian yang berperan di dalam
pertahanan tubuh. Setiap antibodi memiliki dua tempat yang dapat
bereaksi dengan antigen. Fungsi antibodi, yaitu berikatan dengan molekul
antigen membentuk rangkaian seperti jaring. Antibodi dapat menghambat
partikel-partikel virus. Untuk menginfeksi saluran sel, virus
pertama-tama harus bisa mengenali sel inangnya. Protein dari virus
mencocokkan bentuknya dengan molekul pada membran sel dari sel inang.
Antibodi dapat menutupi protein dari virus agar virus tersebut tidak
bisa menginfeksi sel. Protein yang disebut interferon juga bekerja
melawan virus. Interferon diproduksi oleh sel yang telah terinfeksi oleh
virus. Interferon membuat sel-sel yang tidak terinfeksi menjadi
resisten terhadap serangan virus. Antibodi tersusun atas dua tipe rantai
polipeptida yaitu rantai ringan (light chain) dan rantai berat (heavy
chain). Struktur gabungan kedua rantai tersebut membentuk huruf Y. Di
tengah-tengah ikatan rantai tersebut terdapat daerah Hinge (Hinge
Region) yang memungkinkan rantai-rantai polipeptida untuk bergerak.
Setiap lengan dari antibodi memiliki daerah pengikat antigen
(antigen-binding site). Antibodi dapat dibedakan berdasarkan susunan
proteinnya menjadi lima kelas utama. Setiap antibodi berinteraksi dengan
molekul dan sel yang berbeda-beda dan memiliki karakteristik yang
berbeda pula. Masing-masing antibodi memiliki daerah variabel (variable
region) yang dapat mengenali antigen khusus dan daerah konstan (constant
region) yang mengontrol bagaimana molekulnya berinteraksi dengan bagian
lain dari sistem kekebalan tubuh. Untuk lebih jelasnya mengenai
tipe-tipe antibodi, perhatikan Tabel 10.2 berikut.
| Antibodi | Karakteristik |
| IgM |
Tipe pertama antibodi yang dihasilkan pada awal suatu infeksi; secara umum dilepaskan ke aliran darah
|
| IgG |
Tipe antibodi paling banyak di peredaran darah; dapat
masuk ke jaringan lain dengan mudah; diproduksi ketika terjadi infeksi
serius
|
| IgA |
Ditemukan di dalam tubuh, termasuk keringat, air mata, air ludah; membantu dalam membentuk kekebalan pasif pada bayi
|
| IgD |
Ditemukan di permukaan limfosit B; berperan dalam respons kekebalan tubuh
|
| IgE |
Bekerja sama dengan reaksi alergi dan asma; ditemukan di permukaan histamin
|
4. Respons Kekebalan Tubuh
Respons kekebalan tubuh dan memori imunologis terhadap suatu patogen atau antigen dapat dibedakan atas respons primer dan respons sekunder.
Respons primer merupakan respons kekebalan tubuh yang pertama kali
terjadi ketika suatu antigen tertentu memasuki tubuh. Respons sekunder
merupakan respons kekebalan tubuh ketika antigen yang sama menyerang
tubuh kembali untuk kedua kalinya. Ketika antigen pertama kali memasuki
tubuh, respons sistem kekebalan tubuh tidak terjadi secara langsung.
Diperlukan beberapa hari bagi sel limfosit untuk dapat aktif. Ketika
banyak sel limfosit B terbentuk, konsentrasi antibodi dalam tubuh mulai
terlihat (Gambar 11.8).
Selama keterlambatan ini, individu yang
terinfeksi akan sakit (contohnya demam). Konsentrasi antibodi mencapai
puncak setelah sekitar 2 minggu dari awal infeksi. Saat konsentrasi
antibodi dalam darah dan sistem limfatik naik, gejala sakit akan
berkurang dan hilang. Setelah itu, pembentukan antibodi menurun dan
individu tersebut sembuh.
Jika antigen yang sama menyerang tubuh
kembali, antigen tersebut akan memicu respons kekebalan tubuh sekunder.
Respons kedua ini terjadi lebih cepat daripada respons primer. Respons
sekunder juga menghasilkan konsentrasi antibodi yang lebih besar dan
lebih lama (Gambar 11.8). Selain imunitas humoral
(pembentukan antibodi), imunitas seluler juga berperan dalam respons
kekebalan tubuh sekunder ini. Karena respons kekebalan tubuh sekunder
yang cepat, gejala sakit (demam) tidak terjadi. Oleh karena itu,
individu tersebut dikatakan kebal terhadap penyakit tersebut.
Langganan:
Postingan (Atom)